JawaPos.com–Pada musim kemarau, terjadi penyurutan di Bendungan Setu Patok. Bendungan di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, ini justru menjadi viral. Sebab warga dapat menikmati pemandangan sambil duduk-duduk santai di lahan bendungan yang mengering.
Dilansir dari situs Kementerian Keuangan, Bendungan Setu Patok merupakan sumber air utama bagi para petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Cirebon. Ketika kemarau, saat terjadi penyurutan air, fenomena inilah yang menjadi incaran warga untuk berwisata.
Bendungan Setu Patok ini dijadikan warga sekitar sebagai salah satu destinasi menghabiskan waktu akhir pekan. Para pengunjung tidak dipungut biaya apapun dan hanya perlu membayar parkir kendaraan di bendungan ini.
Dari bendungan, pengunjung bisa melihat pemandangan hamparan sawah juga gunung yang sangat indah. Menjadikan tempat ini cocok untuk pengunjung bersua foto bersama alam. Sembari menikmati pemandangan, di tepi bendungan juga terdapat tenda-tenda penjual makanan yang murah meriah.
Banyak warga yang berkunjung menggunakan kendaraan bermotor dua ataupun sepeda. Adanya jalur sepeda yang tersedia, menjadikan bendungan ini digunakan oleh para pengguna sepeda untuk dapat berolahraga sambil menikmati pemandangan atau sekadar melepas penat.
Menjelang sore hari merupakan waktu yang biasa dikunjungi bagi para pengunjung. Karena dapat menikmati matahari terbenam berlatar belakang pemandangan hijau. Tidak hanya dimanfaatkan untuk bersantai, banyak pengunjung yang memanfaatkan jalur bendungan untuk melakukan olahraga lari.
Sayangnya, destinasi yang apik ini tidak terjaga lingkungannya. Fasilitas berupa tempat sampah jarang ditemukan di bendungan ini, mengakibatkan pengunjung membuang sampah sembarangan dan kemudian membuat kotor sepanjang tepi bendungan. Terlepas dari kurangnya fasilitas, kurangnya kesadaran pengunjung untuk tidak mencemarkan lingkungan juga perlu dijadikan perhatian.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah