JawaPos.com–Kamu mungkin pernah mendengar tentang Cirebon, tapi apakah kamu benar-benar tahu pesona yang tersembunyi di balik kota ini? Di balik keramaian kotanya, Cirebon menyimpan cerita-cerita unik yang belum banyak diketahui orang.
Setiap sudut kota ini menawarkan sesuatu yang berbeda, dari budaya yang kaya hingga warisan sejarah yang memukau. Penasaran? Dilansir dari berbagai sumber, ayo kita cari tahu berbagai fakta menarik serta ciri khas Cirebon yang jarang diketahui orang.
Dijuluki Sebagai Kota Wali dan Kota Udang
Cirebon punya dua julukan. Kota Wali dan Kota Udang. Julukan Kota Wali berasal dari peran penting Cirebon dalam penyebaran Islam, terutama di Jawa Barat. Salah satu tokoh besar di balik ini adalah Syekh Syarif Hidayatullah, atau Sunan Gunung Jati, salah satu Wali Songo.
Sunan Gunung Jati dimakamkan di Gunung Jati. Namanya dikenang sebagai sosok yang berjasa dalam menyebarkan agama Islam hingga ke Kerajaan Pajajaran, Banten, dan sekitarnya.
Sementara itu, julukan Kota Udang memiliki akar sejarah yang panjang. Awalnya, Cirebon adalah sebuah dukuh kecil yang berkembang menjadi pusat perdagangan. Banyak pendatang dari berbagai daerah datang dan bercampur, memberi Cirebon identitas yang kaya budaya.
Seiring waktu, banyak masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, menangkap ikan dan udang rebon kecil. Dari sinilah asal mula nama Cirebon, yang berasal dari kata cai (air) dan rebon (udang kecil), merujuk pada air bekas pembuatan terasi. Kini, julukan ini terus melekat, menambah daya tarik kota yang penuh sejarah dan tradisi ini.
Memiliki Budaya dan Kesenian yang Unik
Cirebon adalah kota yang kaya akan warisan budaya. Di sini, kamu bisa menemukan berbagai kesenian dan tradisi yang masih hidup hingga kini. Setiap sudut menawarkan keunikan yang menarik untuk dijelajahi. Kamu mungkin akan terpesona dengan betapa beragamnya seni dan adat yang ada di Cirebon.
- Batik Trusmi
Kamu pasti pernah mendengar tentang Batik Trusmi, salah satu warisan budaya Cirebon yang terkenal. Batik ini memiliki motif yang khas, diwarnai dengan pewarna alami dari tumbuhan. Di kawasan Trusmi, kamu bisa melihat langsung proses pembuatan batik ini. Jangan lupa untuk mampir ke Tugu Kawasan Batik Trusmi, ikon wilayah ini yang menandai pusat penjualan batik.
- Seni Wayang Babad
Wayang Babad adalah salah satu seni tradisional Cirebon yang menarik. Diciptakan Ki Dalang Askadi, seni wayang ini memiliki keunikan tersendiri. Gamelan salendro dan pelog mengiringi setiap pertunjukan, menciptakan suasana yang khas dan memukau. Kamu bisa menyaksikan cerita-cerita babad yang dikisahkan dengan detail melalui irama dan gerakan wayang.
Baca Juga: Pilihan Tempat Istirahat Dekat Stasiun Jatibarang Indramayu, Hanya 5 Menit dari Stasiun
- Angklung Bungko
Angklung Bungko berasal dari desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon. Kesenian ini biasa dipentaskan dalam acara adat, seperti nadranan dan unjung buyut. Suara angklung yang khas menciptakan atmosfer yang meriah di setiap acara adat. Kamu akan merasakan nuansa tradisi yang kental saat menonton.
- Sintren
Sintren adalah salah satu tarian khas Cirebon yang memiliki daya tarik tersendiri. Tarian ini menampilkan sinden atau penari utama dengan kostum khas. Gerakan tari dan nyanyian dalam pertunjukan sintren menciptakan cerita yang penuh makna. Kamu pasti akan terpesona melihat perpaduan antara gerakan tari dan musik yang menggambarkan kisah tradisional.
- Tari Topeng
Tari Topeng Cirebon adalah salah satu warisan budaya yang paling berharga. Penari menggunakan topeng sebagai atribut utama, yang menggambarkan berbagai karakter dalam cerita tradisional. Tarian ini sering dipentaskan dalam acara adat dan pertunjukan seni. Kamu bisa merasakan suasana magis saat menonton Tari Topeng yang begitu kaya akan simbol dan makna.
- Singa Depok Cirebonan
Singa Depok adalah tarian unik yang menggambarkan gerakan singa dengan gaya khas Cirebon. Penari mengenakan kostum singa yang besar dan berwarna-warni, menciptakan pertunjukan yang penuh energi. Biasanya dipentaskan dalam acara adat, tarian ini memberikan pengalaman visual yang menakjubkan. Kamu akan merasakan keajaiban seni budaya Cirebon melalui Singa Depok.
- Ganti Welit
Ganti Welit adalah upacara empat tahunan di makam kramat Ki Buyut Trusmi. Dalam upacara ini, atap makam yang disebut Sirap atau Welit diganti. Selain itu, upacara ini dimeriahkan dengan pertunjukan wayang kulit dan terbang. Kamu bisa merasakan tradisi yang masih kuat di Cirebon ketika menyaksikan prosesi ini.
- Kesenian Gambyung
Gambyung adalah salah satu kesenian peninggalan para wali di Cirebon. Seni ini merupakan bentuk pengembangan dari kesenian terbang, yang digunakan untuk menyebarkan agama Islam. Gambyung biasanya dipentaskan dalam upacara adat dan keagamaan seperti Maulid dan Rajaban.
Kesenian ini sering dipadukan dengan tari jaipong dan musik tarling, menciptakan perpaduan yang indah antara tradisi dan inovasi modern. Kamu bisa melihat langsung bagaimana seni ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Cirebon.
Kulinernya Pun Tidak Kalah Menggoda
- Es Durian
Es durian adalah pilihan sempurna untuk menyegarkan diri di tengah panasnya kota Cirebon. Kombinasi es krim tradisional, durian segar, dan sirup pisang susu menciptakan rasa yang unik dan lezat.
- Tahu Gejrot
Tahu gejrot, hidangan ikonik dari Cirebon, terdiri dari tahu yang disiram kuah gula, cuka, bawang, dan cabai. Rasanya segar, manis, dan pedas, cocok dinikmati kapan saja.
- Docang
Docang merupakan campuran lontong, toge, dan daun singkong yang disiram kuah oncom. Makanan ini sering jadi pilihan sarapan atau makan siang yang lezat dan terjangkau.
- Mi Koclok
Mie koclok adalah sajian mi dengan kuah kental, suwiran ayam, dan telur. Rasanya gurih, nikmat disantap selagi hangat.
- Empal Gentong
Dimasak dalam gentong tanah liat dengan kayu bakar, empal gentong berisi daging sapi dan usus yang dibumbui rempah. Sajian ini memiliki aroma dan rasa yang kuat.
- Nasi Jamblang
Nasi Jamblang dibungkus daun jati dan disajikan dengan berbagai lauk seperti ikan, ayam, dan tempe. Harganya terjangkau dan aromanya khas dari daun jati.
- Es Cuing
Minuman segar ini terbuat dari cincau, bubur sumsum hijau, es serut, santan, dan gula merah. Es cuing adalah pilihan sempurna untuk menghilangkan dahaga di hari yang panas.
- Rujak Gamel
Rujak gamel dari Desa Gamel menawarkan rasa pedas khas dan berbeda dari rujak pada umumnya. Cocok untuk kamu yang menyukai rujak dengan sensasi baru.
Kota Ini Punya Empat Keraton!
Keraton Kasepuhan adalah keraton pertama di Cirebon, menjadi cikal bakal pemerintahan di kota ini. Arsitektur dipengaruhi budaya Hindu meski merupakan kesultanan Islam. Ornamen dan keramik menampilkan motif khas dengan sentuhan budaya Tiongkok. Awalnya dikenal sebagai Keraton Pakungwati, berganti nama saat Pangeran Raja Martawijaya memisahkan wilayah menjadi dua.
Selanjutnya, Keraton Kanoman, didirikan Pangeran Kartawijaya, terletak dekat Keraton Kasepuhan. Arsitekturnya didominasi warna putih dan dihiasi keramik. Di sini, kamu dapat menemukan berbagai peninggalan bersejarah, termasuk kereta kuda dan senjata prajurit.
Keraton Kacirebonan adalah pecahan dari Keraton Kanoman yang menggabungkan arsitektur Belanda, Tiongkok, dan Arab. Renovasi dan penambahan bangunan sepanjang sejarah menjadikannya salah satu destinasi wisata yang indah.
Keraton Kaprabonan juga terkait dengan Keraton Kanoman, didirikan oleh pangeran yang memilih untuk mendalami ilmu agama Islam alih-alih menjadi penerus raja.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah