Peningkatan distribusi kartu ini berpengaruh langsung terhadap penurunan jumlah pertanyaan dari para jemaah. Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, menyebut bahwa saluran informasi yang disediakan kini lebih minim menerima keluhan atau kebingungan terkait Kartu Nusuk.
PPIH Arab Saudi sebelumnya telah menyiapkan dua kanal utama untuk menjawab pertanyaan, menerima saran dan kritik dari jemaah. Kanal tersebut adalah Aplikasi Kawal Haji serta Whatsapp Center dengan nomor +966 50 350 0017, yang aktif sepanjang masa operasional haji.
"Khusus untuk pertanyaan seputar Kartu Nusuk, dalam tiga hari terakhir terjadi penurunan yang cukup signifikan," ujar Muchlis di Jeddah, Rabu (28/5/2025), dilansir dari kemenag.go.id.
Ia menjelaskan bahwa pada 25 Mei 2025 tercatat ada 21 pertanyaan yang masuk melalui Kawal Haji. Jumlah itu menurun keesokan harinya menjadi 14 pertanyaan, dan pada hari ini hanya ada 3 pertanyaan yang tercatat.
Penurunan jumlah pertanyaan ini juga dirasakan oleh anggota Komisi VIII DPR RI, Abdul Wakhid, dari Fraksi Partai Gerindra. Dalam talkshow televisi nasional pada 26 Mei 2025, ia menyebut sudah jarang menerima keluhan terkait Nusuk dari jemaah yang menghubunginya langsung.
"Tahun ini saya memang menyebarkan nomor HP saya kepada para jemaah. Dalam dua hari terakhir, hampir tidak ada laporan yang masuk, terutama yang terkait kartu Nusuk," ujarnya.
Muchlis menilai tren ini merupakan indikasi bahwa para jemaah mulai memahami pentingnya kartu tersebut serta cara penggunaannya. Sosialisasi yang dilakukan oleh petugas juga dinilai cukup efektif dalam menjawab kebingungan jemaah.
Namun demikian, PPIH Arab Saudi masih mencatat beberapa pertanyaan yang masuk terkait jemaah yang terpisah. Pertanyaan ini umumnya datang dari kelompok lansia dengan pendamping, orang tua dengan anak, serta pasangan suami istri.
"Pertanyaan seputar jemaah terpisah ini masih fluktuatif. Hari ini ada empat pertanyaan, lebih banyak dari kemarin yang hanya satu. Pada 26 Mei lalu tercatat delapan pertanyaan," kata Muchlis.
Ia menambahkan bahwa respons cepat terhadap keluhan atau pertanyaan menjadi prioritas PPIH. Oleh karena itu, kanal Kawal Haji dan WA Center akan terus dimaksimalkan dalam menjaring aspirasi jemaah.
Menurutnya, komunikasi dua arah sangat penting untuk menciptakan pengalaman ibadah yang tenang dan lancar bagi para jemaah.
"Kami ingin seluruh jemaah merasa terlayani dan didampingi dengan baik selama di Tanah Suci," imbuhnya.
Kartu Nusuk sendiri merupakan bagian dari sistem digitalisasi layanan haji yang dikembangkan Pemerintah Arab Saudi. Kartu ini berfungsi untuk identifikasi, akses fasilitas, serta pemantauan pergerakan jemaah selama puncak haji.
Distribusi kartu ini terus dipercepat agar seluruh jemaah Indonesia mendapatkannya sebelum puncak ibadah haji berlangsung.