Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Satops Armuzna Imbau Petugas Haji Jaga Semangat, Disiplin, dan Kesehatan Jelang Puncak Ibadah Haji

Fawwaz Ralli Perdana • Minggu, 18 Mei 2025 | 16:38 WIB

Kolonel Harun Arrasyid saat memberikan pengarahan dalam apel pagi di Kantor Daker Madinah, Sabtu (17/5/2025) (Dok. kemenag.go.id)
Kolonel Harun Arrasyid saat memberikan pengarahan dalam apel pagi di Kantor Daker Madinah, Sabtu (17/5/2025) (Dok. kemenag.go.id)
JawaPos.com - Kepala Satuan Operasional (Satops) Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kolonel Harun Arrasyid, mengingatkan seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk tetap menjaga semangat, kedisiplinan, dan kesehatan. Hal ini penting dalam rangka menyambut fase puncak ibadah haji yang semakin dekat.

Pesan itu disampaikan Harun saat memberikan sambutan dalam apel pagi di Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Sabtu (17/5/2025). Ia menekankan bahwa ketiga aspek itu wajib dimiliki oleh seluruh petugas demi kelancaran layanan kepada jemaah.
 
"Menjaga semangat, kedisiplinan, dan kesehatan mutlak harus ditanamkan dalam diri petugas PPIH, termasuk melalui kegiatan apel pagi," ujar Harun Arrasyid, dilansir dari kemenag.go.id.
 
Baca Juga: Jemaah Haji Diimbau Berangkat Lebih Awal untuk Salat Jumat di Masjidil Haram
 
Menurutnya, tugas petugas PPIH Daker Madinah pada fase puncak haji sangat berat. Mereka akan bertugas di Mina selama minimal tiga malam empat hari, dengan berbagai tantangan layanan di lapangan.
 
Tanggung jawab besar juga diemban oleh Daker Bandara yang bertugas di Arafah dan Daker Makkah yang akan mengelola layanan di Muzdalifah. Sementara itu, Daker Madinah akan ditempatkan di delapan sektor ad hoc di Mina.
 
Harun mengingatkan pentingnya sinergi antar petugas karena pelayanan jemaah terbagi di bawah delapan syarikah (perusahaan penyedia layanan). Strategi pelayanan harus disiapkan sejak dini agar tidak terjadi hambatan di lapangan.
 
"Saat ini ada delapan syarikah. Kita harus cermat menyusun strategi agar pelayanan tetap optimal meskipun terbagi dalam sistem baru ini," tegas Harun Arrasyid.
 
Selama masa persiapan, petugas PPIH Daker Madinah akan mengikuti gladi orientasi. Kegiatan ini mencakup penyisiran jalur layanan, pengenalan tenda, pos pelayanan, hingga jalur lontar jumrah.
 
Petugas mulai bergerak ke Arafah pada 8 Zulhijjah. Wukuf akan berlangsung pada 9 Zulhijjah, dilanjutkan dengan pergerakan menuju Muzdalifah, dan kemudian Mina sebagai lokasi bermalam dan pelaksanaan lontar jumrah.
 
Harun menjelaskan bahwa petugas Daker Madinah akan menempati delapan sektor ad hoc yang tersebar di bawah 60 markas. Selain itu, terdapat 10 pos pantau dan pos rute Jamarat di mana mereka akan berjaga di titik-titik penting.
 
Khusus di jalur lontar jumrah, tim MCR (Mobile Crisis Rescue) akan bertugas di lantai atas Jamarat. Tim ini terdiri dari berbagai unsur, termasuk petugas PKP2JH, linjam, serta layanan lansia dan disabilitas.
 
"Tim MCR akan berjaga di jalur kritis lontar jumrah. Ini sangat vital demi keselamatan dan kenyamanan jemaah," tambahnya.
 
Harun berharap seluruh rangkaian ibadah puncak haji dapat berjalan lancar, aman, dan jemaah memperoleh haji yang mabrur. Ia juga berdoa agar petugas senantiasa diberi kekuatan dan keberkahan oleh Allah SWT.
 
Baca Juga: Satu Data Kesehatan, Tulang Punggung Layanan Medis Jemaah Haji 2025
 
Editor : Candra Mega Sari
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Satops Armuzna Puncak Ibadah Haji