Rabu, 5 Agustus 2026
Logo

Jemaah Haji Diimbau Berangkat Lebih Awal untuk Salat Jumat di Masjidil Haram

Jumat, 16 Mei 2025 | 17:45 WIB

Kepala Daker Makkah, Ali Machzumi menghimbau para jamaah haji untuk datang lebih awal untuk Salat Jumat Di Masjidil Haram (Dok. kemenag.go.id)
Kepala Daker Makkah, Ali Machzumi menghimbau para jamaah haji untuk datang lebih awal untuk Salat Jumat Di Masjidil Haram (Dok. kemenag.go.id)
JawaPos.com - Jelang pelaksanaan salat Jumat, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ali Machzumi, mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia, terutama laki-laki, untuk berangkat lebih awal menuju Masjidil Haram. Hal ini bertujuan agar jemaah mendapatkan tempat nyaman di dalam masjid dan terhindar dari paparan cuaca ekstrem.

Imbauan itu disampaikan Ali pada Kamis (15/5/2025) di Kantor Urusan Haji, Makkah. Ia menekankan bahwa jemaah diharapkan berangkat paling lambat pukul 10.00 WAS dari hotel menuju Masjidil Haram menggunakan bus shalawat.
 
"Jemaah yang ingin salat Jumat di Masjidil Haram kami imbau untuk berangkat maksimal dua jam sebelum waktu salat. Kami ingin semuanya berangkat tertib dan aman," ujar Ali, dikutip dari kemenag.go.id. 
 
 
Keberangkatan lebih awal ini bukan tanpa alasan. Selain untuk menghindari kepadatan, jemaah juga diharapkan dapat masuk ke dalam masjid sehingga tidak perlu salat di area luar yang lebih panas.
 
"Kondisi cuaca saat ini cukup ekstrem. Kalau jemaah berangkat lebih awal, kemungkinan besar bisa dapat tempat di dalam masjid dan tidak kepanasan," imbuhnya.
 
Ali juga memberikan arahan terkait waktu kepulangan jemaah usai salat Jumat. Ia meminta jemaah menunda kepulangan antara 30 menit hingga satu jam agar tidak terjadi antrean panjang saat naik bus.
 
"Untuk kenyamanan bersama, sebaiknya jemaah pulang lebih akhir. Ini akan membantu menghindari kepadatan di halte bus dan tidak harus menunggu lama di bawah terik matahari," jelasnya.
 
Tidak hanya itu, Ali mengingatkan agar jemaah lansia atau yang menggunakan kursi roda memakai jasa pendorong resmi. Hal ini sangat penting demi menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah selama beribadah.
 
"Gunakanlah jasa pendorong yang disediakan resmi oleh pihak penyelenggara haji. Ini bagian dari upaya kami menjaga keselamatan jemaah," ujarnya.
 
Ali juga menegaskan pentingnya selalu membawa kartu nusuk. Kartu ini menjadi identitas penting yang wajib dikenakan jemaah, baik digantung di leher maupun disimpan di tas selama berada di luar hotel.
 
"Setiap jemaah yang akan masuk ke Masjidil Haram atau wilayah lain di Makkah wajib menunjukkan kartu nusuk. Petugas Arab Saudi akan memeriksa ini secara ketat," tegasnya.
 
Ia menambahkan, dengan membawa kartu nusuk, jemaah dapat beraktivitas lebih aman dan nyaman. Hal ini juga mempermudah identifikasi jika terjadi keadaan darurat.
 
Imbauan ini diharapkan dapat dipatuhi oleh seluruh jemaah haji Indonesia demi kelancaran ibadah dan keselamatan selama di Tanah Suci. Semua pihak diminta saling membantu dan menjaga ketertiban.

Baca Juga: Jemaah Haji Asal Kediri Apresiasi Fasilitas Hotel dan Layanan di Tanah Suci

Editor : Candra Mega Sari
Bagikan:

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia