JawaPos.com - Psikologi kebiasaan sehari-hari menunjukkan bahwa ketenangan batin sering hilang akibat pola pikir yang tidak disadari.
Sebagian orang tampak baik-baik saja dari luar, padahal batin mereka terus dipenuhi kegelisahan yang sulit dijelaskan.
Kebiasaan kecil yang dianggap wajar justru menjadi penyebab utama hilangnya rasa tenang dalam menjalani kehidupan.
Dilansir dari laman YourTango pada Senin (20/7), inilah sepuluh kebiasaan psikologi yang biasa dilakukan orang yang jarang merasa tenang tanpa mereka sadari.
Baca Juga: 6 Kebiasaan Orang yang Sulit Dipercaya Menurut Psikologi, Waspadai Tandanya!
1. Terlalu Banyak Memikirkan Hal Kecil
Orang yang sulit merasa tenang biasanya menghabiskan banyak waktu untuk berpikir berlebihan tentang berbagai hal.
Mereka mengulang percakapan lama dan membayangkan berbagai kemungkinan buruk sebelum sesuatu benar-benar terjadi.
Kebiasaan ini memang terasa seperti persiapan, tetapi sebenarnya hanya membuat pikiran lelah dan terus dalam kondisi waspada.
2. Merasa Bertanggung Jawab atas Segala Hal
Sebagian orang merasa harus memastikan semua orang bahagia dan tidak ada masalah yang terjadi.
Sikap ini membuat mereka kesulitan menolak permintaan karena mengecewakan orang lain terasa lebih berat daripada melelahkan diri sendiri.
Ketenangan menjadi mustahil didapat ketika seseorang percaya bahwa segala sesuatu bergantung sepenuhnya pada dirinya.
3. Enggan Meluangkan Waktu untuk Beristirahat
Orang yang selalu gelisah cenderung menyamakan kesibukan dengan produktivitas dalam menjalani rutinitas harian.
Mereka mengisi setiap waktu luang dengan berbagai tugas karena diam sejenak membuat pikiran mereka terasa tidak nyaman.
Padahal tanpa waktu istirahat yang cukup, pikiran tidak pernah benar-benar pulih untuk bekerja secara optimal.
4. Sering Membandingkan Hidup dengan Orang Lain
Kebiasaan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain sering kali menjadi sumber utama hilangnya kebahagiaan seseorang.
Mereka menilai pencapaian, penampilan, dan hubungan pribadi berdasarkan apa yang terlihat di media sosial orang lain.
Padahal yang dibandingkan hanyalah sisi terbaik orang lain, bukan kenyataan penuh di balik layar kehidupan mereka.
5. Terus Memikirkan Hal yang Tidak Bisa Diubah
Sebagian orang menghabiskan energi emosional untuk terus memikirkan kejadian masa lalu yang sudah berlalu.
Mereka terjebak memikirkan ucapan atau tindakan yang seharusnya dilakukan berbeda pada waktu sebelumnya.
Ketenangan sulit tercapai selama seseorang terus larut dalam penyesalan tanpa berusaha melangkah maju ke depan.
Baca Juga: Menurut Psikologi, Ini 10 Kebiasaan Orang yang Benar-Benar Bahagia
6. Mengabaikan Kebutuhan Diri Sendiri
Ada orang yang terlalu fokus membantu dan mengandalkan diri untuk orang lain hingga lupa memperhatikan dirinya sendiri.
Mereka mengabaikan sinyal kelelahan tubuh dan menunda emosi yang seharusnya segera diperhatikan dan diselesaikan.
Mengabaikan kebutuhan pribadi tidak akan menghilangkan masalah, justru memicu kelelahan mental dan rasa terasing dari diri sendiri.
7. Menghindari Percakapan yang Sulit Dilakukan
Menghindari konflik memang terasa nyaman untuk sementara waktu, tetapi masalah yang belum selesai akan terus mengikuti.
Mereka menyimpan kekecewaan sendiri sambil berharap masalah akan hilang begitu saja tanpa perlu dibicarakan.
Padahal masalah yang dipendam justru berubah menjadi kekesalan mendalam yang lebih sulit diselesaikan di kemudian hari.
8. Selalu Ingin Mengendalikan Segala Sesuatu
Keinginan kuat untuk memiliki kepastian memang membuat hidup terasa lebih mudah dijalani sehari-hari.
Namun orang yang sulit merasa tenang cenderung merencanakan segala hal secara berlebihan demi menghindari situasi tak terduga.
Padahal ketidakpastian adalah bagian alami dari kehidupan yang jika terus dilawan hanya menambah kecemasan berlebihan.
9. Terus Mencari Pengakuan dari Orang Lain
Ketenangan menjadi rapuh bagi orang yang menilai dirinya berdasarkan pandangan orang lain semata.
Satu komentar negatif bisa mengalahkan banyak pujian positif, membuat mereka sering mengubah diri demi memenuhi ekspektasi orang lain.
Ketenangan sejati hanya bisa dicapai dengan membangun rasa percaya diri yang tidak bergantung pada penilaian orang lain.
10. Tidak Menyisihkan Waktu untuk Hobi
Kebahagiaan menjadi prioritas terakhir bagi orang yang kesulitan merasa tenang dalam hidupnya.
Mereka terus menunda kegiatan yang disukai karena selalu ada tugas lain yang dianggap lebih penting.
Hidup pun berubah menjadi rutinitas kerja tanpa kebahagiaan, hingga perlahan kehilangan makna yang membuat hidup terasa berarti.
Baca Juga: 4 Tanda Red Flag Pasangan yang Sering Diabaikan demi Mempertahankan Hubungan Menurut Psikologi
Editor : Candra Mega Sari