JawaPos.com - Pernahkah Anda berada di tengah-tengah acara makan bersama teman atau keluarga, dan hanya tersisa satu potong ayam goreng, sepotong kue, atau satu sendok terakhir nasi goreng favorit?
Namun, alih-alih mengambilnya, Anda justru membiarkannya tetap di sana sambil berharap orang lain melakukannya lebih dulu.
Jika ini terdengar seperti Anda, jangan khawatir, Anda tidak sendiri. Banyak orang merasa sungkan, canggung, atau bahkan bersalah saat hendak mengambil makanan terakhir di meja.
Tetapi tahukah Anda? Psikologi menyebut bahwa kebiasaan ini bisa mencerminkan kepribadian yang cukup unik.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (18/7), terdapat tujuh tipe kepribadian yang mungkin Anda miliki jika Anda merasa malu mengambil potongan makanan terakhir:
Baca Juga: 4 Tanda Red Flag Pasangan yang Sering Diabaikan demi Mempertahankan Hubungan Menurut Psikologi
1. Empati yang Tinggi
Seseorang yang enggan mengambil makanan terakhir biasanya sangat empatik.
Anda lebih memikirkan orang lain daripada diri sendiri, bahkan dalam hal-hal kecil seperti makanan.
Anda takut orang lain juga menginginkannya tapi tidak mengatakannya, jadi Anda memilih untuk menahan diri demi menghindari membuat orang lain kecewa.
Orang dengan empati tinggi sering kali sangat peka terhadap emosi sekitar, bahkan mampu membaca situasi sosial dengan cepat.
2. Rendah Hati dan Tidak Egois
Menolak mengambil bagian terakhir dari sesuatu bisa menjadi tanda bahwa Anda sangat rendah hati.
Anda tidak ingin terlihat serakah atau tamak.
Dalam budaya sosial, mengambil makanan terakhir bisa diasosiasikan sebagai tindakan yang "berani", dan jika Anda tidak nyaman dengan perhatian atau dinilai negatif, Anda lebih memilih menghindarinya.
Anda cenderung menomorsatukan kesopanan dan keharmonisan kelompok di atas kebutuhan pribadi.
3. Perfeksionis yang Cermat
Terkadang, seseorang yang perfeksionis justru ragu untuk mengambil bagian terakhir karena mereka merasa itu harus "diberikan" dengan cara yang ideal.
Mungkin Anda berpikir bahwa potongan terakhir harus dibagi rata, disepakati bersama, atau dibiarkan sebagai simbol kesopanan.
Bagi perfeksionis, ada ketidaknyamanan dalam mengambil tindakan yang tidak sesuai dengan standar harmoni sosial.
4. Memiliki Rasa Bersalah yang Tinggi
Jika Anda sering merasa bersalah karena hal-hal kecil, seperti mengambil potongan makanan terakhir, ini bisa menjadi cerminan kepribadian Anda.
Psikologi menyebut bahwa individu yang cenderung merasa bersalah secara berlebihan biasanya dibesarkan dalam lingkungan yang sangat menekankan tanggung jawab sosial dan kesopanan.
Rasa bersalah ini mungkin datang secara refleks, bahkan ketika tidak ada yang mempermasalahkannya.
Baca Juga: Menurut Psikologi, Ini 10 Kebiasaan Orang yang Benar-Benar Bahagia
5. Orang yang Sangat Sadar Sosial
Beberapa orang memiliki sensitivitas sosial yang luar biasa. Anda mampu merasakan ketegangan dalam dinamika kelompok, dan Anda sangat sadar tentang bagaimana tindakan kecil dapat dilihat oleh orang lain.
Mengambil makanan terakhir bisa membuat Anda merasa seolah sedang menjadi pusat perhatian atau melanggar norma tidak tertulis, dan karena itu Anda memilih untuk tidak melakukannya.
6. Pencari Harmoni
Orang yang suka menjaga kedamaian dan harmoni dalam kelompok sering kali enggan mengambil tindakan yang berpotensi mengganggu suasana.
Anda mungkin takut bahwa mengambil bagian terakhir dari makanan akan memicu perasaan tidak enak atau komentar ringan dari orang lain.
Bagi Anda, menjaga suasana tetap nyaman lebih penting daripada menikmati potongan terakhir dari makanan.
7. Pendiam yang Cenderung Mengalah
Individu yang lebih pendiam dan introvert cenderung tidak suka "membuat gelombang" dalam interaksi sosial.
Bahkan jika Anda ingin makanan itu, Anda mungkin lebih memilih membiarkannya untuk menghindari sorotan atau komentar.
Anda terbiasa mengalah dalam banyak situasi, dan cenderung lebih nyaman berada di balik layar ketimbang menonjol.
Mengapa Hal Ini Menarik dalam Psikologi Sosial?
Psikologi sosial menyebut fenomena ini sebagai bagian dari impression management yaitu usaha kita untuk mengelola bagaimana kita dilihat oleh orang lain.
Dalam budaya kolektif seperti Indonesia, tindakan seperti membiarkan makanan terakhir bisa menjadi bentuk kesopanan dan rasa hormat.
Tetapi ketika kebiasaan ini dilakukan secara berlebihan, bisa juga menjadi beban psikologis atau menahan diri dari kebutuhan yang wajar.
Penutup: Tidak Ada yang Salah dengan Mengambil Potongan Terakhir
Meskipun kepribadian seperti empatik, rendah hati, dan penuh pertimbangan adalah kualitas yang luar biasa, penting juga untuk menyadari bahwa mengambil potongan makanan terakhir bukanlah tindakan egois.
Jika Anda menginginkannya, tidak ada salahnya mengambilnya dengan cara yang sopan, mungkin dengan bertanya terlebih dahulu atau menawarkan untuk berbagi.
Kepribadian Anda adalah cerminan dari pengalaman hidup dan nilai-nilai Anda, tetapi terkadang, memberi diri izin untuk memenuhi kebutuhan sendiri juga merupakan bentuk kasih sayang pada diri sendiri.
Jadi, apakah Anda termasuk orang yang membiarkan potongan terakhir itu tetap di meja?
Jika iya, bisa jadi Anda memiliki salah satu dari tujuh kepribadian unik di atasdan itu bukan hal buruk sama sekali.
Baca Juga: 10 Hal Kecil yang Bikin Introvert Bahagia Menurut Psikologi, Bukan Cuma Menyendiri!
Editor : Candra Mega Sari