Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

6 Langkah Praktis Mengelola Emosi dan Menjaga Mood saat Puasa Ramadhan

Risma Aris Maya • Kamis, 5 Maret 2026 | 19:35 WIB
Tips agar tidak mudah tersulut emosi (Freepik)
Tips agar tidak mudah tersulut emosi (Freepik)

JawaPos.com - Ramadhan adalah waktu untuk pengendalian diri, namun perubahan pola hidup sering kali membuat kita lebih emosional. Fenomena gampang marah saat puasa sebenarnya wajar karena tubuh sedang beradaptasi dengan perubahan fisik dan jadwal tidur.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa kondisi fisik sangat memengaruhi suasana hati. Agar kualitas ibadah dan hubungan sosial tetap terjaga, mengelola mood menjadi kunci Ramadhan yang sehat. 

Berikut adalah beberapa langkah praktis untuk membantu Anda tetap tenang dan tidak mudah tersulut emosi, sebagaimana dilansir dari Harvard Medical School dan NIH. 

Baca Juga: Siapa Saja yang Boleh Tidak Puasa Ramadhan? Ini 8 Golongan Menurut Syariat

1. Jaga Kadar Gula Darah Tetap Stabil

Perubahan kadar gula darah dapat memengaruhi emosi. Saat kadar gula darah turun drastis, tubuh cenderung merasa lemas dan mudah tersinggung.

Menurut Harvard Medical School, fluktuasi gula darah dapat berdampak pada suasana hati dan energi. Oleh karena itu, sahur dengan nutrisi seimbang sangatlah penting.

Anda bisa pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal. Lalu bisa ditambahkan protein seperti telur, tempe atau ayam agar energi bertahan lebih lama. 

Selain itu, hindari makanan terlalu manis saat berbuka sebab lonjakan gula darah yang cepat diikuti rasa lelah dan emosi tidak stabil.

2. Tidur yang cukup dan berkualitas

Kurang tidur pasalnya bisa membuat otak lebih sulit mengatur emosi. Selama Ramadhan, jadwal tidur sering berubah karena sahur dan tarawih.

Sleep Foundation menyebutkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan respons emosional negatif. Intinya kualitas tidur sangat memengaruhi mood.

Jadi, usahakan tidur lebih awal setelah ibadah malam. Jika memungkinkan, lakukan istirahat singkat di siang hari. Intinya tidur cukup membantu menjaga kesabaran dan konsentrasi.

3. Latih Pernapasan dan Relaksasi

Teknik pernapasan dalam dapat membantu menenangkan sistem saraf. Saat emosi mulai meningkat, berhenti sejenak dan atur napas perlahan.

Menurut Cleveland Clinic, latihan pernapasan efektif menurunkan tingkat stres dan ketegangan. Cara ini sederhana namun sangat ampuh. Anda bisa mulai dengan tarik napas dalam selama 4 hitungan, tahan lalu hembuskan perlahan. Ulangi beberapa kali hingga tubuh terasa lebih rileks.

4. Kurangi Konsumsi Kafein Berlebihan

Bagi sebagian orang, penghentian kafein mendadak dapat memicu sakit kepala dan perubahan mood. Kondisi ini sering terjadi di awal Ramadhan. NIH menjelaskan bahwa gejala putus kafein dapat memengaruhi suasana hati.

Oleh karena itu, kurangi kafein secara bertahap sebelum Ramadhan. Anda juga perlu membatasi kopi saat berbuka agar tidak mengganggu tidur malam.

5. Perbanyak Aktivitas Spiritual

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ramadhan adalah momen memperdalam spiritualitas dan ketenangan batin. Menurut Greater Good Science Center, praktik refleksi dan rasa syukur dapat meningkatkan kesejahteraan emosional.

Anda bisa luangkan waktu untuk membaca Al-Qur'an atau berdzikir. Intinya aktivitas spiritual membantu menenangkan pikiran.

6. Hindari Multitasking Berlebihan

Multitasking atau melakukan banyak hal sekaligus dapat meningkatkan stres. Saat berpuasa, energi mental mungkin tidak seoptimal hari biasa.

Stanford University menemukan bahwa multitasking berlebihan dapat menurunkan konsentrasi dan efisiensi. Jadi Anda perlu menyelesaikan pekerjaan secara bertahap. Pasalnya ritme kerja yang teratur membantu menjaga ketenangan.

Baca Juga: 6 Kandungan Gizi Kurma dan Manfaatnya bagi Tubuh Selama Ramadhan yang Luar Biasa

Editor : Candra Mega Sari
#menjaga mood #cara mengelola emosi selama puasa #ramadhan