Sebagai seorang aktris, musisi, penulis, sekaligus lulusan Oxford dan Stanford, Maudy Ayunda bukan hanya mengandalkan bakat, tetapi juga pola hidup yang terstruktur dan disiplin tinggi.
Melalui kanal YouTubenya, Maudy Ayunda membagikan insight yang ia dapat setelah membaca buku karya James Clear, tentang bagaimana disiplin membangun kebiasaan. Berikut adalah rangkumannya.
1. Lupakan Tujuan, Bangun Sistem
Dalam bukunya, James Clear menekankan bahwa tujuan dan sistem adalah dua hal yang berbeda. Tujuan hanyalah hasil akhir yang ingin kita capai, sementara sistem adalah proses yang membawa kita menuju hasil tersebut. Banyak orang berfokus pada tujuan tanpa memperhatikan proses yang diperlukan untuk mencapainya. Padahal, jika hanya memiliki tujuan tanpa sistem yang mendukung, kemungkinan besar kita akan kesulitan mencapainya.
Bayangkan para atlet Olimpiade semua pasti memiliki tujuan yang sama, yaitu memenangkan medali emas. Namun, yang membedakan mereka adalah sistem latihan yang mereka jalani. Itulah sebabnya kita harus lebih fokus membangun kebiasaan dan sistem yang mendukung pencapaian tujuan kita. Seperti yang dikatakan James Clear, "You do not rise to the level of your goals. You fall to the level of your systems."
2. Cara Efektif Membangun Kebiasaan
Dalam Atomic Habits, ada empat strategi utama untuk membangun kebiasaan yang efektif:
- Buat Isyarat yang Jelas
Setiap kebiasaan diawali dengan pemicu. Jika ingin membangun kebiasaan baru, buatlah isyarat yang mudah terlihat. Misalnya, jika ingin rajin bermain gitar, jangan simpan gitarnya di dalam lemari letakkan di tempat yang mudah dijangkau. Begitu juga dengan olahraga, siapkan pakaian dan perlengkapannya sejak malam sebelumnya agar keesokan paginya kamu langsung terdorong untuk melakukannya.
- Buat Kebiasaan Menjadi Menarik
Semakin menarik suatu kebiasaan, semakin besar kemungkinan kita untuk melakukannya secara konsisten. Otak kita melepaskan dopamin saat mengantisipasi sesuatu yang menyenangkan.
Kita bisa memanfaatkan hal ini dengan menggabungkan kebiasaan yang harus kita lakukan dengan sesuatu yang kita sukai. Misalnya, jika ingin mulai rajin berlari di treadmill, coba tonton serial favoritmu hanya saat sedang berlari. Dengan begitu, kamu akan lebih termotivasi untuk tetap menjalankan kebiasaan tersebut.
- Buat Kebiasaan Lebih Mudah
Sebagai manusia, kita cenderung memilih jalur yang paling mudah. Oleh karena itu, untuk membangun kebiasaan baru, sederhanakan prosesnya. Misalnya, jika ingin mengurangi kebiasaan menonton TV setelah pulang kerja, cabut kabel televisi atau sembunyikan remotnya agar terasa lebih merepotkan untuk menyalakannya. Sebaliknya, jika ingin mulai membaca buku, letakkan buku di tempat yang mudah dijangkau agar membacanya terasa lebih mudah dan alami.
- Buat Kebiasaan Lebih Memuaskan
Agar kebiasaan bertahan dalam jangka panjang, kita perlu merasakan kepuasan setelah melakukannya. Misalnya, ada perusahaan pasta gigi yang menambahkan rasa mint ke dalam produknya, sehingga orang-orang merasa lebih puas setelah menyikat gigi dan akhirnya menjadi lebih rajin melakukannya.
Cara lain adalah dengan memberikan reward kecil bagi diri sendiri. Misalnya, jika berhasil menabung dengan cara mengurangi makan di luar, kamu bisa mentransfer uang yang seharusnya dipakai untuk makan ke rekening khusus liburan. Melihat saldo bertambah akan memberi kepuasan dan mendorong kita untuk terus mempertahankan kebiasaan tersebut.
3. Lacak Kemajuanmu
Menerapkan kebiasaan baru atau menghilangkan kebiasaan buruk memang sulit, apalagi jika kita tidak langsung melihat hasilnya. Oleh karena itu, penting untuk mencatat progres kita. Salah satu cara sederhana adalah dengan menandai kalender atau jurnal setiap kali berhasil melakukan kebiasaan yang diinginkan. Proses ini akan terasa seru dan membuat kita semakin termotivasi untuk terus melakukannya.
Selain itu, kita juga bisa membangun akuntabilitas dengan melibatkan orang lain. Misalnya, buat perjanjian dengan teman atau keluarga, di mana ada konsekuensi tertentu jika kita gagal menjalankan kebiasaan tersebut.
Dalam buku yang ia baca, ada kisah seorang pengusaha yang menandatangani "kontrak kebiasaan" dengan istri dan pelatih pribadinya. Jika ia gagal melacak pola makannya, ia harus membayar pelatihnya $100. Jika ia lupa menimbang berat badannya, ia harus membayar istrinya $500. Kontrak ini berhasil bukan hanya karena ia takut kehilangan uang, tetapi juga karena tidak ingin mengecewakan orang-orang terdekatnya.
Editor : Candra Mega Sari