JawaPos.com - Mendaki gunung atau berada di lingkungan bersuhu rendah memang menyenangkan, tetapi tanpa persiapan yang tepat, resiko terkena hipotermia meningkat. Hipotermia terjadi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah batas normal, yang dapat menyebabkan gangguan fungsi organ hingga kondisi berbahaya jika tidak segera ditangani.
Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengalami hipotermia hingga kondisinya memburuk. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara mencegahnya, mengenali gejala awal, dan mengetahui langkah pertolongan pertama yang harus dilakukan.
Dilansir dari halodoc, ada berbagai tips pencegahan hipotermia sampai tindakan cepat yang bisa menyelamatkan nyawa saat menghadapi kondisi darurat di lingkungan bersuhu dingin.
Tips Tetap Hangat di Gunung dan Mencegah Hipotermia
1. Gunakan Pakaian dan Alas Tidur yang Kering
Agar tetap hangat saat berada di gunung, pastikan mengenakan pakaian dan alas tidur yang kering. Tidur dalam keadaan basah atau lembab akan membuat tubuh sulit menghangat. Selain itu, pakaian yang basah dapat menyebabkan sleeping bag menjadi lembab, sehingga tidak efektif dalam menjaga suhu tubuh.
2. Pastikan Peralatan Tetap Kering
Manfaatkan setiap kesempatan untuk mengeringkan peralatan dan pakaian saat cuaca cerah. Saat beristirahat atau mendirikan tenda, segera jemur barang-barang yang basah agar tetap nyaman digunakan di malam hari.
3. Bawa Perlengkapan yang Sesuai
Sebelum mendaki, lakukan riset terlebih dahulu tentang kondisi cuaca dan medan di gunung yang akan didaki. Jika ada kemungkinan hujan atau suhu dingin, bawalah sleeping bag dengan daya tahan lebih baik terhadap suhu rendah. Gunakan juga pakaian yang cepat kering dan mampu memberikan kehangatan.
4. Konsumsi Makanan Tinggi Kalori
Tubuh memerlukan energi untuk membakar kalori demi menjaga suhu tetap stabil. Meskipun tidak merasa lapar, tetaplah mengkonsumsi camilan secara berkala. Minuman panas saja tidak cukup untuk menghadapi cuaca dingin. Sebagai alternatif pengganti kopi, kamu bisa memilih cokelat panas yang juga memberikan energi tambahan.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Restoran di Cirebon yang Cocok untuk Bukber Bersama Keluarga atau Teman
5. Jangan Konsumsi Alkohol
Banyak anggapan keliru bahwa alkohol dapat membantu tubuh tetap hangat. Padahal, alkohol hanya membuat kulit terasa hangat sesaat, tetapi tidak meningkatkan suhu inti tubuh. Selain itu, di lingkungan alam terbuka seperti gunung, tetap waspada sangat penting. Mengonsumsi alkohol dapat menurunkan kesadaran dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Terjadinya hipotermia sering kali tidak disadari hingga kondisinya memburuk. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awalnya sangat penting agar dapat segera mengambil tindakan. Beberapa gejala hipotermia yang perlu diwaspadai yaitu:
- Perubahan perilaku atau mental, seperti menjadi pendiam, lesu, atau mudah tersinggung.
- Tubuh mulai gemetaran sebagai respons alami untuk menghasilkan panas.
- Kehilangan koordinasi motorik halus, seperti kesulitan mengancingkan jaket atau menggenggam benda kecil.
Jika menemui seseorang yang mengalami hipotermia, segera hubungi petugas medis agar korban mendapatkan penanganan yang tepat. Sambil menunggu bantuan datang, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan, yaitu:
- Pindahkan Korban ke tempat yang lebih hangat, jika memungkinkan, bawa korban ke dalam ruangan atau tempat yang lebih hangat. Jika tidak ada tempat berlindung, lindungi korban dari angin, terutama di bagian kepala dan leher.
- Pastikan korban tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang dingin dengan menggunakan alas seperti matras atau jaket.
- Ganti pakaian basah dengan hati-hati, lepaskan pakaian yang basah dan gantikan dengan selimut atau pakaian kering yang hangat.
- Berikan kompres hangat gunakan kain kering yang dibasahi air hangat untuk mengompres bagian dada, leher, dan pangkal paha. Jika tersedia, emergency blanket juga bisa digunakan untuk membantu menghangatkan tubuh korban.
- Tawarkan minuman hangat Berikan minuman hangat yang manis dan bebas alkohol untuk membantu meningkatkan suhu tubuh dari dalam.
- Lakukan CPR Jika Diperlukan Jika korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, seperti tidak bernafas, batuk, atau bergerak, segera lakukan CPR (resusitasi jantung paru).
Hal yang Perlu Dihindari saat Menangani Hipotermia
- Jangan memberikan panas secara tiba-tiba, seperti menggunakan lampu pemanas atau memandikan korban dengan air panas, karena bisa menyebabkan syok.
- Jangan menghangatkan tangan dan kaki korban terlebih dahulu, karena hal ini dapat memberikan tekanan berlebih pada jantung dan paru-paru.
- Hindari memberikan alkohol atau rokok. Alkohol dapat memperlambat proses pemanasan tubuh, sedangkan rokok dapat mengganggu sirkulasi darah yang penting untuk menjaga suhu tubuh.
Dengan melakukan langkah-langkah yang tepat, korban hipotermia dapat bertahan hingga mendapatkan pertolongan medis yang lebih lanjut. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah