Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

7 Ucapan Sederhana yang Tanpa Disadari Dapat Menyakiti Anak Anda, Menurut Psikologi

Lania Monica • Jumat, 14 Februari 2025 | 06:58 WIB
Ilustrasi ucapan yang dapat menyakiti anak. (freepik)
Ilustrasi ucapan yang dapat menyakiti anak. (freepik)

JawaPos.com–Sebagai orang tua, kita sering mengucapkan kata-kata tanpa berpikir panjang. Komentar singkat atau candaan yang tampaknya tidak berbahaya dapat meninggalkan dampak mendalam pada anak. Psikologi menunjukkan bahwa ucapan tertentu dapat memengaruhi harga diri, kepercayaan diri, dan persepsi anak terhadap dunia.

Kabar baiknya, dengan meningkatkan kesadaran, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih positif dan mendukung bagi pertumbuhan anak. Berikut adalah tujuh ucapan yang sebaiknya dihindari karena dapat menyakiti anak lebih dari yang Anda sadari, serta alternatif yang lebih baik untuk diucapkan.

  1. Kamu terlalu sensitif

Anak-anak merasakan emosi dengan mendalam, dan itu adalah hal yang baik. Namun, ketika kita menyepelekan perasaan mereka dengan mengatakan Kamu terlalu sensitif, kita mengirim pesan bahwa emosi mereka tidak penting.

Psikologi menunjukkan bahwa mengabaikan perasaan anak dapat membuat mereka meragukan pengalaman mereka sendiri. Sebagai gantinya, cobalah mengakui perasaan mereka dengan mengatakan, Aku bisa melihat kamu sangat sedih. Mau bicara tentang itu?

  1. Mengapa kamu tidak bisa seperti saudaramu?

Membandingkan anak dengan saudara mereka dapat merusak harga diri dan menciptakan persaingan yang tidak sehat. Alih-alih memotivasi, hal ini sering menimbulkan rasa benci dan keraguan diri. Fokuslah pada kelebihan individu anak Anda.

Misalnya katakan, Aku suka cara kamu berpikir kreatif atau Aku menghargai betapa kerasnya kamu bekerja pada tugas itu.

  1. Aku kecewa padamu

Anak-anak sangat menginginkan persetujuan dari orang tua mereka. Mendengar Aku kecewa padamu dapat membuat mereka merasa telah mengecewakan Anda sebagai pribadi, bukan hanya melakukan kesalahan. Daripada mengekspresikan kekecewaan, arahkan percakapan ke bagaimana mereka dapat berbuat lebih baik di masa depan. Misalnya, Itu bukan pilihan terbaik, tapi mari kita bicarakan bagaimana kamu bisa menanganinya dengan lebih baik lain kali.

  1. Berhenti menangis, itu bukan masalah besar

Bagi anak, masalah kecil bisa terasa sangat besar. Mengatakan Berhenti menangis, itu bukan masalah besar mengirim pesan bahwa perasaan mereka tidak valid. Sebagai gantinya, akui perasaan mereka dengan mengatakan, Aku melihat kamu sangat sedih. Mau bicara tentang itu?

  1. Kamu selalu membuat kesalahan

Mengatakan Kamu selalu membuat kesalahan dapat membuat anak merasa tidak mampu. Sebagai gantinya, fokuslah pada usaha dan pemecahan masalah dengan mengatakan, Itu tidak berjalan sesuai rencana, tapi apa yang bisa kita lakukan berbeda lain kali?

Baca Juga: Kenali 8 Tanda Seseorang yang Diam-diam Merasa Kesepian dan Merindukan Kebersamaan

  1. Karena aku bilang begitu

Mengatakan Karena aku bilang begitu menghilangkan kesempatan bagi anak untuk memahami alasan di balik aturan. Sebagai gantinya, berikan penjelasan singkat seperti, Kamu tidak bisa tidur larut karena tubuhmu butuh istirahat agar merasa baik besok.

  1. Aku berharap kamu lebih seperti...

Mengatakan Aku berharap kamu lebih seperti... dapat membuat anak merasa tidak cukup baik. Setiap anak berhak merasa dihargai atas siapa mereka, bukan dibandingkan dengan siapa mereka seharusnya.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#persepsi #psikologi #harga diri #orang tua