Dilansir dari laman Verywellmind.com, Kamis (30/1), perilaku caper atau cari perhatian sebenarnya merupakan hal yang wajar, terlebih jika itu ditujukan kepada orang terkasih. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, hal ini bisa mengarah pada ketergantungan emosional yang tidak sehat.
Untuk mengatasi sikap caper yang berlebihan, Shahida Arabi, MA, seorang penulis buku "Becoming the Narcissist's Nightmare and Power" yang dikutip dalam laman artikel PsychCentral, memberikan 5 langkah efektif yang bisa kita lakukan agar lebih fokus pada diri sendiri dan berhenti mencari validasi dari orang lain. Langkah-langkah ini dapat membimbing kita untuk lebih mengenal diri sendiri dan mencintai diri tanpa harus menunggu pengakuan dari luar.
1. Mengenali Pengalaman Masa Kecil
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi pengalaman-pengalaman masa kecil yang mungkin pernah membuat kita merasa tidak dihargai atau terabaikan. Apakah kita pernah merasa tak terlihat atau kehilangan perhatian yang sehat dari orang tua atau lingkungan sekitar saat kecil? Pengalaman ini bisa membentuk kebiasaan mencari perhatian yang berlebihan di usia dewasa.
Penting untuk bertanya pada diri sendiri bagaimana cara kita bisa memberi perhatian dan pujian yang sehat kepada diri kita, sesuatu yang mungkin tidak kita terima di masa kecil. Misalnya, jika dulu sering diabaikan, kita bisa mulai dengan memberi diri kita kata-kata penyemangat dan dukungan, seperti "Aku bangga dengan diri sendiri." Jika merasa kesulitan, bantuan seorang profesional bisa membantu kita untuk memproses dan mengatasi perasaan tersebut.
2. Gunakan Perawatan Diri untuk Validasi Diri
Mulailah menggantikan kebiasaan mencari validasi berlebihan dengan cara-cara yang menenangkan diri, seperti meditasi atau yoga. Sebuah penelitian pada 2011 menunjukkan bahwa delapan minggu meditasi mindfulness dapat mengubah struktur otak kita, meningkatkan kemampuan untuk membuat keputusan, empati, dan pengendalian emosi. Dengan latihan ini, kita bisa lebih mudah menjaga batasan diri dan membuat keputusan yang sesuai dengan keinginan sejati kita.
Selain itu, afirmasi positif bisa menjadi alat yang kuat untuk mengalihkan fokus dari validasi eksternal ke dalam diri. Contohnya, jika kita ingin meningkatkan rasa percaya diri, kita bisa mulai mengucapkan afirmasi seperti "Aku cukup," atau "Aku percaya pada diriku sendiri." Dengan berlatih afirmasi ini secara teratur, kita bisa menggantikan pikiran negatif dengan keyakinan diri yang lebih kuat.
3. Latihan Mengatakan Tidak
Menghentikan kebiasaan menyenangkan orang lain bisa menjadi tantangan besar, apalagi jika kita memiliki ketakutan akan ditinggalkan. Cobalah untuk mulai dengan menolak permintaan-permintaan kecil terlebih dahulu, sebelum beralih ke permintaan yang lebih besar. Hal ini akan memberi kita banyak kesempatan untuk berlatih merasa tidak nyaman tanpa harus khawatir mengecewakan orang lain.
Ketika kita mulai merasa nyaman dengan keputusan untuk mengatakan tidak, kita akan lebih siap menghadapi permintaan besar yang sering kali membuat kita terjebak dalam kebiasaan mencari perhatian. Ingat, belajar mengatakan tidak adalah cara untuk menjaga kesejahteraan emosional dan membangun kepercayaan diri yang lebih kuat dalam diri kita.
4. Kelilingi Diri dengan Dukungan yang Lebih Baik
Penting untuk memperhatikan apakah jaringan sosial kita memberikan dukungan emosional atau justru malah membuat kita merasa kehabisan energi. Tanyakan pada diri sendiri, apakah orang-orang di sekitar kita mendukung dan membangun, atau justru menguras emosi kita? Mencari komunitas yang sehat dan profesional yang dapat memberikan validasi emosional yang sehat bisa sangat membantu dalam perjalanan ini.
Jaringan dukungan seperti kelompok sosial yang positif atau terapis yang spesialis dalam menetapkan batasan bisa menjadi sumber kekuatan yang luar biasa. Mereka akan membantu kita untuk tumbuh dan berkembang tanpa merasa tertekan untuk terus mencari pengakuan dari luar. Sebuah lingkungan yang penuh dukungan akan memberikan kita rasa aman dan nyaman untuk menjadi diri sendiri.
5. Lepaskan Diri dari Orang-Orang yang Tidak Memberikan Validasi Sehat
Saat kita merasa tergoda untuk mencari validasi dari orang lain, penting untuk bertanya apakah orang tersebut merupakan orang yang aman secara emosional atau malah bisa mengeksploitasi kelemahan kita. Jika mereka sudah pernah melanggar batasan pribadi kita sebelumnya, ini saatnya untuk mempertimbangkan untuk menjauh. Cobalah berbicara dengan teman yang lebih mendukung atau dengan seorang terapis yang dapat memberikan bimbingan.
Alih-alih mencari pengakuan dari orang yang tidak bisa memberi dukungan positif, lebih baik untuk meluangkan waktu untuk bertanya pada diri sendiri apa yang kita butuhkan dan bagaimana cara memenuhi kebutuhan itu. Menghentikan pencarian validasi dari orang yang bisa menambah rasa sakit hati adalah langkah penting dalam melindungi kesehatan emosional kita.
Dengan menerapkan 5 langkah efektif ini, kita bisa mulai berhenti menjadi 'caper' dan lebih fokus pada diri sendiri tanpa harus terus-menerus mencari validasi dari orang lain. Proses ini tidak mudah dan membutuhkan waktu, namun dengan kesabaran dan niat yang kuat, kita dapat menciptakan kebiasaan baru yang lebih sehat dan membangun rasa percaya diri yang lebih solid.
Ingat, kebahagiaan sejati tidak bergantung pada perhatian atau pengakuan dari orang lain, tetapi pada penerimaan dan cinta terhadap diri sendiri.Fokus pada diri sendiri adalah kunci untuk menjalani hidup yang lebih seimbang, bebas dari kecemasan akan penilaian orang lain. Dengan membangun rasa percaya diri yang berasal dari dalam, kita dapat menjalani kehidupan dengan lebih bahagia, tanpa terjebak dalam pola caper yang merugikan.
Editor : Candra Mega Sari