Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Enggan Dewasa dan Sulit Bertanggung Jawab? Kenali 6 Ciri-Ciri Sindrom Peter Pan dan Cara Mengatasinya

Kiki Annisa Fadilah • Jumat, 24 Januari 2025 | 16:00 WIB
Ilustrasi seorang pria terkena sindrom peter pan
Ilustrasi seorang pria terkena sindrom peter pan

JawaPos.com - Sindrom Peter Pan adalah ketika orang dewasa tidak bertindak seperti orang seusianya. Sindrom ini lebih umum terjadi pada pria daripada wanita, dan dapat berdampak pada hubungan sosial dan profesional karena sering melepaskan tanggung jawab.

Sudah jelas bahwa sifat kekanak-kanakan tidak hanya dimiliki oleh pria, beberapa wanita dewasa juga mungkin bertindak seperti itu. Namun, pakar psikologi berpendapat bahwa laki-laki dewasa cenderung memiliki tanggung jawab yang lebih besar, seperti mencari nafkah atau menjadi kepala rumah tangga, sehingga sindrom Peter Pan lebih banyak ditemukan pada pria.

Dilansir dari laman Halodoc.com, berikut ciri-ciri pengidap sindrom Peter Pan.

1. Berperilaku Lebih Muda dari Usianya

Pengidap sindrom ini cenderung bersikap seperti anak-anak, remaja, atau orang yang lebih muda dibandingkan usia mereka. Mereka juga lebih sering bergaul dengan orang-orang yang lebih muda.

2. Bergantung pada Orang Lain

Cenderung mengandalkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Mereka sering mengharapkan perlindungan dan perhatian, serta merasa cemas berlebihan saat harus melakukan sesuatu secara mandiri.

3. Kesulitan dalam Hubungan Jangka Panjang

Mereka sulit menjaga hubungan yang stabil, terutama hubungan romantis. Sikap kekanak-kanakan sering membuat pasangan merasa tidak nyaman. Selain itu, mereka cenderung kurang romantis dan sulit memahami dinamika hubungan dewasa.

4. Takut Berkomitmen

Pengidap sindrom ini sering menghindari tanggung jawab atau janji, baik dalam hubungan percintaan maupun di tempat kerja.

5. Kurang Tanggung Jawab

Tidak memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab penuh terhadap pekerjaan atau pengelolaan keuangan. Mereka lebih fokus pada kepentingan pribadi untuk memuaskan keinginan mereka sendiri.

6. Sulit Mengakui Kesalahan

Enggan menerima kesalahan pribadi dan cenderung menyalahkan orang lain. Hal ini membuat mereka sulit untuk melakukan introspeksi diri dan belajar dari pengalaman.

Untuk mengatasi sindrom Peter Pan memerlukan pendekatan yang komprehensif. Melansir dari Klikdokter.com, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, seperti:

1. Terapi Psikologi

Di Bawah bimbingan seorang profesional kesehatan mental dapat membantu mereka memahami alasan mengapa mereka berperilaku seperti itu dan membangun cara untuk memikul tanggung jawab sebagai orang dewasa.

2. Dukungan Sosial

Dukungan dari teman, keluarga, dan masyarakat sangat penting. Dengan memberikan dorongan dan bantuan praktis, orang-orang terdekat dapat membantu orang tersebut.

3. Pendidikan dan Pelatihan

Memperoleh keterampilan hidup dan profesional melalui program pendidikan atau pelatihan dapat membantu seseorang merasa lebih siap untuk menghadapi tantangan sebagai orang dewasa. 

4. Peningkatan Kesadaran Diri

Ini adalah langkah penting dalam penyembuhan untuk menjadi lebih sadar diri dan tahu bagaimana perilaku mereka berdampak pada diri sendiri dan orang lain.

5. Membuat Rencana Hidup

Membuat rencana hidup yang mencakup tujuan dan tindakan yang jelas dapat membantu seseorang merasa lebih terarah dan termotivasi. 

Semua orang, keluarga, dan profesional kesehatan mental harus bekerja sama untuk mengatasi sindrom Peter Pan. Bagi anda yang mengalaminya dapat belajar bertanggung jawab, menghadapi tantangan hidup dewasa, dan menemukan kepuasan dalam peran mereka sebagai orang yang matang dengan dukungan yang tepat.

Editor : Candra Mega Sari
#Cara Mengatasi #dampak #ciri-ciri #Sindrom Peter Pan