JawaPos.com–Tidak cukup tidur bukan hanya membuat Anda lelah, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental Anda. Bahkan, kurang tidur secara rutin bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, mengganggu kemampuan berpikir, hingga membahayakan keselamatan Anda di jalan.
Kualitas tidur yang baik sama pentingnya dengan pola makan sehat dan rutin berolahraga. Namun, penelitian menunjukkan bahwa hingga 35 persen orang dewasa tidak mendapatkan tidur cukup setiap malamnya. Oleh karena itu, memahami pentingnya tidur cukup dapat membantu Anda menjalani hidup yang lebih sehat dan produktif.
Dilansir dari laman Healthline, berikut adalah 10 alasan mengapa Anda harus mendapatkan tidur cukup setiap malamnya.
- Membantu Menjaga atau Menurunkan Berat Badan
Kurang tidur telah dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas dan indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi. Penelitian menunjukkan, orang yang tidur kurang dari 7 jam per malam berisiko 41 persen lebih tinggi mengalami obesitas. Ini terjadi karena kurang tidur memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar, seperti peningkatan ghrelin (hormon lapar) dan penurunan leptin (hormon kenyang).
- Meningkatkan Konsentrasi dan Produktivitas
Tidur cukup membantu fungsi otak, termasuk konsentrasi dan kemampuan memecahkan masalah. Sebaliknya, kurang tidur dapat mengganggu pengambilan keputusan dan meningkatkan risiko kesalahan, seperti yang terlihat dalam penelitian pada dokter yang terlalu lelah.
- Memaksimalkan Performa Atletik
Tidur cukup meningkatkan kekuatan otot, waktu reaksi, dan ketahanan fisik. Sebaliknya, kurang tidur dapat meningkatkan risiko cedera dan menurunkan motivasi untuk berolahraga.
- Menguatkan Jantung
Penelitian menunjukkan, kurang tidur dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. Tidur kurang dari 5 jam per malam bahkan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi hingga 61 persen.
- Meningkatkan Pengendalian Gula Darah dan Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2
Kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2. Tidur yang buruk dapat menyebabkan perubahan hormon, peradangan, dan pola makan yang buruk, yang semuanya berkontribusi pada risiko diabetes.
- Mengurangi Risiko Depresi
Gangguan tidur, seperti insomnia, sering kali dikaitkan dengan tingkat depresi yang lebih tinggi. Orang dengan pola tidur yang buruk cenderung memiliki skor kesehatan mental yang lebih rendah.
- Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh
Kurang tidur dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda, sehingga lebih rentan terhadap infeksi. Studi menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari 5 jam per malam memiliki risiko lebih tinggi terkena flu.
- Mengurangi Peradangan
Tidur buruk dapat memicu peradangan kronis, yang berkontribusi pada risiko penyakit seperti diabetes, kanker, dan Alzheimer.
- Memengaruhi Emosi dan Interaksi Sosial
Kurang tidur membuat Anda sulit mengontrol emosi dan berinteraksi secara sosial. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko isolasi sosial dan kesepian.
- Kurang Tidur Dapat Membahayakan Keselamatan Anda
Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan kemampuan berkonsentrasi dan memperlambat refleks. Bahkan, berkendara dalam kondisi sangat lelah sama bahayanya dengan mengemudi dalam pengaruh alkohol.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah