JawaPos.com–Nasi adalah makanan pokok yang dikonsumsi lebih dari setengah penduduk dunia. Dengan kandungan kalori yang tinggi, nasi menjadi pilihan utama di banyak negara, terutama di Asia dan Amerika Latin.
Meskipun nasi putih lebih sering dikonsumsi karena mudah didapat dan memiliki umur simpan yang panjang, banyak orang bertanya-tanya, apakah nasi ini dapat menghambat diet mereka?
Jika kamu sedang berusaha menurunkan berat badan, pertanyaan ini pasti sering terlintas di pikiran. Apakah nasi bisa jadi penyebab kegagalan diet atau justru dapat membantu proses penurunan berat badan?
Dilansir dari Healthline, akan membahas lebih dalam tentang kalori nasi dan bagaimana perannya dalam diet, serta mencari tahu apakah nasi menghambat diet atau malah memberi manfaat.
Jenis-Jenis Nasi
- Nasi Merah
Nasi merah memiliki kandungan serat, vitamin, dan mineral yang lebih tinggi dibandingkan nasi putih. Nutrisi dalam nasi merah dapat membantu mengatur kadar gula darah, yang bermanfaat bagi kamu yang memiliki diabetes. Selain itu, serat dalam nasi merah juga dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), yang berperan dalam mengurangi risiko penyakit jantung.
Konsumsi makanan kaya serat juga dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, membantu kamu mengatur pola makan dan mendukung manajemen berat badan. Bahkan, bagi kamu yang sedang berjuang dengan obesitas, nasi merah bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk mendukung proses diet.
- Nasi Merah Fermentasi
Ada juga nasi merah yang difermentasi, dikenal dengan nama nasi ragi merah atau red yeast rice. Proses fermentasi ini melibatkan jamur Monascus purpureus, yang menghasilkan manfaat kesehatan tambahan. Salah satu khasiatnya adalah membantu menurunkan kadar kolesterol.
Selain itu, nasi merah fermentasi mengandung anthocyanins, senyawa antioksidan yang memberikan warna merah cerah pada nasi ini. Kandungan ini tidak hanya membuat nasi merah fermentasi lebih sehat, tapi juga membantu mengurangi peradangan dalam tubuh dan mendukung kesehatan otak.
- Nasi Putih
Di sisi lain, nasi putih memiliki kandungan gizi yang lebih rendah dan kurang serat dibandingkan nasi merah. Nasi putih sebagian besar terdiri dari karbohidrat dalam bentuk pati dan glukosa, yang dapat cepat meningkatkan kadar gula darah.
Namun, meskipun nasi putih sering dianggap kurang sehat, nasi ini tetap menjadi pilihan utama karena kepraktisannya dan harga yang lebih terjangkau. Penting untuk dicatat bahwa meskipun nasi putih lebih rendah gizi, cara pengolahan dan variasi konsumsi dapat mempengaruhi seberapa baik nasi putih dalam mendukung tujuan diet kamu.
Pengaruh Nasi terhadap Penurunan Berat Badan yang Masih Diperdebatkan
Kaitan antara nasi merah dan manajemen berat badan sudah cukup terbukti. Banyak studi menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi nasi merah atau biji-bijian utuh lainnya cenderung memiliki berat badan yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak. Mereka juga memiliki risiko lebih kecil untuk mengalami kenaikan berat badan.
Menurut American Heart Association, nasi merah menjadi pilihan yang sangat baik dalam diet. Mengapa? Karena nasi merah mengandung banyak serat, yang sangat penting untuk pencernaan kamu. Serat juga membantu kamu merasa kenyang lebih lama, sehingga bisa mengurangi asupan kalori secara keseluruhan. Ini tentunya mendukung pengelolaan berat badan yang sehat.
Selain itu, serat dalam nasi merah juga bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol. Jika kamu berhasil menurunkan kolesterol, maka kamu turut mengurangi risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan bahkan obesitas. Nasi merah juga kaya akan berbagai vitamin dan mineral yang penting untuk menjaga sistem imun dan fungsi tubuh lainnya.
Namun, bukan berarti nasi putih langsung menghambat diet kamu. Meskipun nasi putih memiliki sedikit nutrisi dibandingkan nasi merah, tidak ada bukti jelas yang menunjukkan bahwa konsumsi nasi putih langsung menyebabkan penambahan berat badan.
Sebaliknya, konsumsi nasi utuh, seperti nasi merah, memang lebih dianjurkan untuk mendukung manajemen berat badan yang sehat. Jadi, kamu masih bisa memasukkan nasi putih dalam diet kamu, asal kamu bijak dalam memilih dan mengolahnya.
Diet Nasi
Menariknya, ada sebuah diet penurunan berat badan yang berfokus pada nasi putih. Diet ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1939 untuk membantu orang dengan tekanan darah tinggi dan penyakit ginjal. Diet yang sangat rendah lemak ini dikenal dengan nama diet nasi.
Diet nasi ini sangat sederhana dan rendah kalori, sebagian besar terdiri dari nasi putih, buah-buahan, jus buah, dan gula. Meskipun terdengar sangat terbatas, diet ini memiliki efek yang cukup mengejutkan, termasuk penurunan berat badan dan bahkan meringankan gejala penyakit ginjal.
Namun, diet nasi ini sangat ketat dan terbatas, dengan asupan lemak dan kalori yang sangat rendah. Oleh karena itu, hasil yang didapat mungkin tidak bisa langsung diterapkan pada pola makan dengan nasi secara umum.
Meski demikian, kamu tetap bisa mengonsumsi nasi dalam diet penurunan berat badan, asalkan kamu mengatur asupan kalori dengan baik. Kunci utama adalah menjaga keseimbangan kalori dalam diet kamu agar tetap mendukung tujuan penurunan berat badan yang sehat.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah