JawaPos.com - Sakit di lengan bagian bawah bisa menjadi masalah yang mengganggu aktivitas sehari-hari kamu. Mungkin kamu merasa ketidaknyamanan saat mengangkat barang atau bahkan saat mengetik. Salah satu penyebabnya adalah tendonitis lengan bawah, yang sering kali diabaikan padahal bisa memengaruhi kualitas hidupmu.
Tendonitis lengan bawah terjadi ketika tendon di sekitar sendi lengan mengalami peradangan. Ini bisa disebabkan oleh penggunaan berlebihan atau gerakan yang berulang. Jika dibiarkan, masalah ini dapat berkembang menjadi cedera yang lebih serius. Dilansir dari Healthline pada Senin (4/11), inilah penjelasan mengenai forearm tendonitis.
Gejala Forearm Tendonitis
Gejala forearm tendonitis paling umum adalah peradangan. Saat mengalami ini, kamu mungkin merasakan nyeri, kemerahan, dan pembengkakan di area lengan. Tidak jarang, gejala ini juga muncul di sekitar siku, pergelangan tangan, dan tanganmu.
Selain itu, ada beberapa gejala tambahan yang patut kamu perhatikan:
- Rasa hangat di area yang sakit
- Kelemahan atau kehilangan kekuatan genggaman
- Nyeri berdenyut atau bergetar
- Rasa terbakar di lengan
- Kekakuan, terutama setelah bangun tidur
-Nyeri parah saat mencoba menggunakan pergelangan tangan, siku, atau lengan
- Kesulitan menahan beban pada lengan, pergelangan tangan, atau siku
- Rasa kesemutan di pergelangan tangan, tangan, jari, atau siku
- Benjolan pada lengan
- Rasa merinding saat menggerakkan tendon
Perawatan di Rumah
Salah satu metode perawatan yang dapat kamu coba adalah terapi RICE. RICE adalah singkatan dari istirahat, es, kompresi, dan elevasi. Metode ini efektif untuk mengurangi aliran darah ke area yang cedera, sehingga membantu mengurangi peradangan dan mempercepat pemulihan.
1. Istirahat (Rest)
Lengan bawah terlibat dalam berbagai gerakan. Kamu menggunakannya dalam banyak aktivitas dan olahraga. Oleh karena itu, mungkin sulit untuk sepenuhnya menghentikan penggunaan tendon lengan. Mungkin kamu tidak sadar telah menggunakan lenganmu.
Pertimbangkan untuk membatasi gerakan lengan bawah, siku, atau pergelangan tangan agar bisa beristirahat.
2. Es (Ice)
Cobalah untuk mengompres lengan bawah dengan kantong es yang dibungkus kain selama 10 menit. Setelah itu, beri jeda selama 20 menit. Ulangi beberapa kali sepanjang hari. Terapi es sangat efektif setelah lengan digunakan berat atau saat tidak bergerak, seperti sebelum tidur atau saat bangun pagi.
Baca Juga: Rasakan Sensasiya! Resep Oseng Tahu Mercon yang Bikin Lidah Bergoyang, Cocok untuk Pecinta Pedas
3. Kompres (Compression)
Ada banyak pilihan lengan dan pembalut yang dirancang untuk memberikan kompresi pada lengan bawah atau bagian-bagiannya. Tergantung pada tingkat keparahan gejalanya, alat kompresi ini bisa dipakai selama beberapa jam atau dibiarkan selama beberapa hari hingga minggu, kecuali saat mandi atau tidur.
4. Elevasi (Elevation)
Pastikan lengan bawah selalu dalam posisi lebih tinggi dari jantung. Ini bisa membantu mengurangi aliran darah ke area tersebut. Beberapa orang merasa nyaman dengan meletakkan lengan di atas bantal saat duduk atau tidur, atau menggunakan sling saat berjalan dan berdiri.
Pengobatan yang Dapat Dilakukan
Jika kamu mengalami forearm tendonitis yang parah, berkepanjangan, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Mereka mungkin merekomendasikan terapi fisik atau pengobatan untuk mengelola rasa sakit. Beberapa perawatan lain yang mungkin disarankan oleh dokter termasuk:
1. Terapi pijat
Metode ini bisa membantu mengurangi ketegangan otot dan meningkatkan aliran darah ke area yang terpengaruh.
2. Fisioterapi
Fisioterapis akan memberikan latihan khusus untuk memperkuat otot di sekitar lengan bawah dan meningkatkan fleksibilitas.
3. Obat anti-inflamasi dan penghilang rasa sakit
Dokter mungkin meresepkan obat dengan kekuatan lebih untuk mengatasi peradangan dan nyeri yang lebih serius.
4. Suntikan kortikosteroid
Suntikan ini dapat memberikan bantuan jangka pendek dengan mengurangi peradangan secara signifikan.
5. Akupunktur, akupresur, atau terapi elektrostimulasi
Metode alternatif ini dapat membantu meredakan nyeri dan meningkatkan proses penyembuhan.
6. Teknik rolling dan pelepasan myofascial
Metode ini fokus pada mengurangi ketegangan di jaringan lunak dan meningkatkan mobilitas.
7. Terapi gelombang kejut ekstrakorporeal
Ini adalah prosedur non-invasif yang dapat merangsang penyembuhan jaringan yang terluka.
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah