Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Yuk Intip 6 Manfaat dari Kacang Hijau untuk Kesehatan yang Wajib Diketahui

Siti Nahdia Usman • Kamis, 31 Oktober 2024 | 20:39 WIB
Ilustrasi kacang hijau. (Freepik)
Ilustrasi kacang hijau. (Freepik)

JawaPos.com–Kacang hijau adalah salah satu sumber makanan yang kaya nutrisi dan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Di Indonesia, kacang hijau sering diolah menjadi bubur atau minuman hangat yang nikmat.

Di balik rasanya yang lezat, kacang hijau mengandung berbagai vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif yang penting bagi tubuh. Dilansir dari stylecraze.com, berikut ini beberapa manfaat kacang hijau bagi kesehatan yang perlu kamu ketahui.

  1. Memiliki banyak kandungan antioksidan

Kacang hijau memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, yang berarti mampu melawan radikal bebas seperti ion peroksida dan superoksida yang bisa merusak sel tubuh dan memicu penyakit kronis, termasuk kanker. Protein dan polifenol dalam biji, kecambah, serta kulit kacang hijau berperan penting dalam membersihkan radikal bebas ini.

Kandungan utama antioksidan dalam kacang hijau adalah vitexin dan isovitexin, yang efektivitasnya semakin meningkat saat kacang hijau berkecambah, bahkan mencapai sekitar 195 persen dari vitamin C dalam berat yang sama. Aktivitas antioksidan ekstrak kacang hijau ini juga terbukti lebih tinggi dibandingkan kacang kedelai, sehingga berpotensi besar dalam mencegah gangguan kesehatan akibat akumulasi radikal bebas.

  1. Dapat mengatur kadar kolesterol dan menjaga kesehatan jantung

Kacang hijau memiliki manfaat besar dalam menjaga kesehatan jantung dan mengatur kadar kolesterol. Protein yang terkandung dalam kacang hijau terutama saat berkecambah membantu mengontrol metabolisme lipid, yaitu proses pengelolaan lemak dalam tubuh.

Dengan mengonsumsi kacang hijau dan kecambah, dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol total serta kolesterol LDL (kolesterol jahat), yang jika berlebihan dapat menyumbat pembuluh darah.

Selain itu, kacang hijau dapat mencegah penumpukan lemak (lipid) di hati, jantung, dan pembuluh darah, dengan dukungan dari efek antioksidan yang menghalangi radikal bebas. Hal ini berfungsi untuk melindungi jantung dari penyakit kardiovaskular, seperti aterosklerosis, yang disebabkan penyempitan pembuluh darah.

Kacang hijau yang bertunas juga kaya akan kalium yang membantu menurunkan tekanan darah, sehingga bermanfaat bagi penderita hipertensi dan menunjang kesehatan jantung secara keseluruhan.

  1. Dapat melancarkan pencernaan dan menjaga kesehatan usus

Kacang hijau kaya akan serat, protein, dan karbohidrat kompleks yang berfungsi untuk mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus, termasuk kelompok Bacteroidetes yang terbukti dapat membantu mencegah obesitas.

Karena kandungan nutrisinya, kacang hijau tidak hanya mudah dicerna tetapi juga tidak menyebabkan perut kembung, sehingga cocok untuk anak-anak termasuk sebagai suplemen makanan bagi bayi yang baru disapih.

Namun, kacang hijau juga mengandung zat antinutrisi seperti asam fitat yang bisa menghambat penyerapan mineral penting. Oleh karena itu, proses memasak atau menumbuhkan kacang hijau yang tepat dipercaya dapat mengurangi zat antinutrisi ini, sehingga nutrisi dalam kacang hijau lebih mudah diserap tubuh.

  1. Dapat membantu mengelola diabetes

Kacang hijau memiliki indeks glikemik rendah, artinya tidak cepat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi, sehingga aman dan sangat dianjurkan untuk penderita diabetes atau yang memiliki gula darah tinggi.

kandungan karbohidrat kompleks dan serat dalam kacang hijau membuatnya dicerna lebih lambat, sehingga membantu menjaga kestabilan kadar gula darah dan memberi rasa kenyang lebih lama.

Selain itu, uji klinis menunjukkan bahwa ekstrak kacang hijau dapat meningkatkan toleransi glukosa dan sensitivitas insulin, serta mendukung regenerasi sel beta di pankreas yang berperan dalam produksi insulin sehingga dapat membantu pengelolaan diabetes lebih efektif.

  1. Memberikan efek antimikroba

Kacang hijau mengandung polifenol dan protein tertentu seperti mungin yang memiliki efek antimikroba, sehingga mampu melawan bakteri dan jamur penyebab penyakit.

Protein biji kacang hijau ini dapat membunuh berbagai jenis jamur, seperti Fusarium solani, Fusarium oxysporum, Coprinus comatus, dan Botrytis cinerea. Selain itu, bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Helicobacter pylori juga rentan terhadap aktivitas protein mungin.

Protein ini bekerja dengan cara menghancurkan dinding sel mikroba sehingga mencegah mereka berkembang di organ tubuh seperti usus dan limpa. Efek antimikroba kacang hijau juga bisa dimanfaatkan dalam pengawetan makanan, karena ekstraknya dapat menghambat pertumbuhan mikroba dan bahkan dapat digunakan sebagai pelunak daging.

  1. Memiliki kandungan anti inflamasi

Kacang hijau memiliki efek anti-inflamasi, yang berarti dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Polifenol seperti vitexin, asam galat, dan isovitexin di dalamnya terbukti menurunkan kadar senyawa penyebab inflamasi seperti interleukin dan oksida nitrat pada sel-sel yang terinfeksi.

Selain itu, flavonoid di kulit kacang hijau juga membantu meningkatkan produksi senyawa anti-inflamasi dalam tubuh, sehingga membuat kacang hijau bermanfaat untuk melawan kondisi inflamasi seperti diabetes, alergi, dan sepsis.

Tak hanya itu, ekstrak kacang hijau yang berkecambah atau difermentasi bahkan memiliki aktivitas anti-inflamasi yang lebih tinggi, karena kandungan neurotransmiter seperti GABA yang dapat membantu meredakan nyeri dan mengurangi pembengkakan (edema) di area yang mengalami peradangan.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#kesehatan #kacang hijau #bubur