Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Ketahui Efek Samping Tidur dengan Lampu Menyala

Siti Nahdia Usman • Selasa, 29 Oktober 2024 | 10:58 WIB
Ilustrasi tidur. (freepik)
Ilustrasi tidur. (freepik)

JawaPos.com–Tidur dengan lampu menyala mungkin sering dianggap hal yang sepele dan praktis, terutama bagi mereka yang merasa takut akan gelap atau membutuhkan pencahayaan untuk kemudahan saat bangun di malam hari. Namun, di balik kebiasaan ini, ada sejumlah dampak negatif yang bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental.

Dilansir dari sleepfoundation.org, tidur dengan lampu menyala dapat mengganggu ritme alami tubuh dalam mengatur waktu tidur dan bangun. Paparan cahaya pada malam hari menghambat produksi hormon melatonin, yang berperan penting dalam membuat kita merasa mengantuk. Akibatnya, kualitas tidur menjadi buruk dan dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti kesulitan berkonsentrasi, mood swings, hingga peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Selain itu, gangguan tidur juga dapat mengganggu metabolisme tubuh hingga menyebabkan peningkatan berat badan dan risiko obesitas. Berikut beberapa efek samping dari tidur dengan lampu menyala.

  1. Risiko penyakit jantung

Tidur dengan lampu menyala bahkan yang redup sekalipun dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung. Paparan cahaya saat tidur dapat mengganggu ritme alami tubuh, meningkatkan denyut jantung, dan tekanan darah. Perubahan-perubahan ini dapat memicu berbagai masalah jantung seperti aterosklerosis (penumpukan plak pada pembuluh darah) dan aritmia (gangguan irama jantung). Dalam jangka panjang, hal ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Untuk menjaga kesehatan jantung, sebaiknya kita menciptakan lingkungan tidur yang gelap dan menghindari paparan cahaya buatan sebelum tidur. Selain itu, menjaga jadwal tidur yang teratur dan meningkatkan paparan sinar matahari di pagi hari juga sangat penting untuk mengatur ritme sirkadian tubuh.

  1. Risiko obesitas

Paparan cahaya buatan di malam hari, terutama cahaya biru dari perangkat elektronik, dapat meningkatkan risiko kegemukan atau obesitas. Cahaya ini mengganggu produksi hormon melatonin yang mengatur siklus tidur dan metabolisme tubuh. Akibatnya, pola makan menjadi tidak teratur, kualitas tidur menurun, dan tubuh cenderung menyimpan lebih banyak lemak.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering terpapar cahaya buatan di malam hari, misalnya saat menonton televisi atau menggunakan ponsel sebelum tidur, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami obesitas.

  1. Mengganggu ritme sirkadian tubuh

Ritme sirkadian adalah jam internal tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun dan berbagai fungsi tubuh lainnya. Cahaya, terutama sinar matahari berperan sebagai penyetel utama jam internal ini. Ketika kita terpapar cahaya, tubuh akan mengirimkan sinyal untuk bangun dan aktif. Namun, paparan cahaya buatan di malam hari terutama cahaya biru dari perangkat elektronik dapat mengganggu ritme sirkadian.

Hal ini dapat menyebabkan masalah tidur, kelelahan, gangguan mood, dan bahkan masalah kesehatan yang lebih serius seperti obesitas dan penyakit kronis. Untuk menjaga kesehatan, kita perlu menciptakan lingkungan tidur yang gelap dan menghindari paparan cahaya biru sebelum tidur agar ritme sirkadian tetap teratur.

  1. Mengganggu kerja melatonin

Dilansir dari my.clevelandclinic.org, melatonin merupakan hormon tidur alami yang diproduksi oleh tubuh kita saat lingkungan gelap guna untuk membantu kita merasa mengantuk dan mengatur siklus tidur-bangun. Namun, paparan cahaya terutama cahaya biru yang dipancarkan oleh perangkat elektronik seperti ponsel dan komputer dapat menghambat produksi melatonin.

Cahaya biru ini mengirimkan sinyal ke otak bahwa masih siang, sehingga tubuh menunda produksi melatonin. Akibatnya, kita akan kesulitan tidur atau tidur tidak nyenyak.

Untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, sebaiknya kita menghindari paparan cahaya biru setidaknya satu jam sebelum tidur dan menciptakan lingkungan tidur yang benar-benar gelap.

  1. Risiko depresi

Dilansir dari halodoc.com, paparan cahaya biru dari perangkat elektronik di malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh. Cahaya biru ini mengirimkan sinyal ke otak bahwa masih siang, sehingga produksi melatonin menjadi terhambat. Akibatnya, kita menjadi sulit tidur nyenyak dan kualitas tidur menurun.

Kurang tidur juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan termasuk depresi, gangguan mood, dan penurunan fungsi kognitif. Selain itu, cahaya biru juga dapat menyebabkan kelelahan mata, sakit kepala, dan masalah kesehatan lainnya. Untuk menjaga kesehatan, sebaiknya kita membatasi penggunaan gadget sebelum tidur guna untuk menciptakan lingkungan tidur yang gelap dan tenang serta menjaga jadwal tidur yang teratur.

Apa yang harus dilakukan jika kamu hanya bisa tidur dengan lampu menyala?

Kebiasaan tidur dengan lampu menyala mungkin terasa nyaman bagi sebagian orang, namun dapat mengganggu kualitas tidur. Paparan cahaya terutama cahaya biru dari perangkat elektronik pada malam hari dapat menghambat produksi melatonin.

Jika kamu hanya bisa tidur dengan lampu menyala, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan dampak negatif cahaya terhadap kualitas tidur. Dilansir dari sleepfoundation.org, salah satu cara untuk mengatasi kebiasaan tidur dengan lampu menyala adalah menggunakan lampu dengan cahaya redup atau lampu malam dengan spektrum warna hangat seperti kuning atau oranye yang lebih ramah terhadap ritme sirkadian.

Selain itu, posisikan lampu agar tidak langsung mengarah ke tempat tidur, atau gunakan lampu yang memiliki fitur pengatur waktu sehingga lampu akan mati otomatis setelah beberapa jam.

Alternatif lain adalah menggunakan penutup mata untuk menciptakan kegelapan total meskipun ruangan masih terang. Jika memungkinkan, cobalah beradaptasi perlahan dengan mengurangi intensitas cahaya setiap malam, sehingga tubuhmu bisa terbiasa tidur dalam kondisi yang lebih gelap.

Selain menggunakan lampu dengan cahaya redup dan penggunaan penutup mata, kamu juga bisa menciptakan lingkungan tidur yang kondusif dengan menggunakan tirai yang menghalangi cahaya, menjaga jadwal tidur yang teratur, menghindari paparan layar sebelum tidur, berolahraga secara teratur, dan membatasi konsumsi kafein dan alkohol. Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan ini, tubuh kamu akan lebih mudah beradaptasi dengan tidur dalam gelap dan kamu akan merasakan manfaat tidur yang lebih berkualitas.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#kesehatan #depresi #jantung #tidur #obesitas