Dinkes Kuningan Perkuat Surveilans Antisipasi Potensi ISPA

Antara • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 09:54 WIB
RSUD 45 Kuningan. (Pemkab Kuningan/Antara)
RSUD 45 Kuningan. (Pemkab Kuningan/Antara)

 

JawaPos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan memperkuat surveilans di fasilitas pelayanan kesehatan (Faskes) guna mengantisipasi potensi kenaikan kunjungan pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD).

Kepala Dinkes Kabupaten Kuningan Edi Martono mengatakan, pihaknya melakukan pemantauan melalui sistem surveilans dan laporan dari fasilitas pelayanan Kesehatan untuk mengetahui perkembangan kasus ISPA.

Menurut dia, petugas puskesmas dan rumah sakit juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kelompok kasus dalam lingkungan tertentu, termasuk sekolah dan pesantren.

Baca Juga: Astra Tol Cipali Gencarkan Keselamatan Pengemudi Cegah Kecelakaan

Apabila ditemukan klaster dengan gejala serupa, kata Edi, petugas perlu melakukan investigasi lapangan sekaligus memperkuat koordinasi pelaporan antara puskesmas, rumah sakit, dan Dinkes.

”Kami minta pelaporan dari puskesmas dan rumah sakit terus dikoordinasikan supaya data kunjungan, suspek, pemeriksaan laboratorium, dan kasus yang sudah terkonfirmasi tidak tercampur,” ujarnya.

Selain pengawasan kasus, lanjut dia, Faskes diminta memastikan kesiapan pelayanan dengan memperhatikan ketersediaan obat, oksigen, serta tempat tidur untuk pasien dengan kondisi berat.

Baca Juga: Investasi di Kabupaten Cirebon capai Rp3,25 triliun

Dia menyebutkan, peningkatan kunjungan pasien sekitar 30 persen belum dapat diartikan sebagai kenaikan kasus, utamanya Influenza A, karena diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya.

”Angka kenaikan kunjungan itu belum bisa kita sebut sebagai Influenza A, karena pasien datang dengan berbagai penyakit dan untuk memastikan jenis virusnya harus melalui pemeriksaan laboratorium,” terang Edi Martono.

Sebelumnya, di RSUD 45 Kuningan kenaikan kunjungan selama September 2026 tercatat pada sejumlah layanan.

Yakni rawat inap sekitar 21 persen, rawat jalan hampir 40 persen, dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) hampir 60 persen.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD 45 Kuningan Yanuar Firdaus Sukardi menjelaskan, sampai 28 September 2026, kunjungan rawat jalan mendekati 7.000 pasien, sedangkan kunjungan IGD telah melampaui 2.000 pasien.

”Kalau dari kelompok penyakit yang banyak ditangani, memang mengarah ke ISPA, tetapi penyebabnya bermacam-macam, termasuk flu biasa, radang tenggorokan, dan radang amandel,” tandas Yanuar Firdaus Sukardi.

Baca Juga: Modal Dasar BIJB Kertajati Dipastikan Naik Jadi Rp 8 T Mencakup Aset

Dia mengatakan, pasien anak cukup banyak dalam kunjungan tersebut.

Pasien rawat inap yang telah pulang hingga sekitar 20 September terdapat 111 kasus dengan keluhan, seperti demam, batuk pilek, nyeri menelan, nyeri otot, pusing, dan sebagian disertai diare.

Untuk mengantisipasi kebutuhan pelayanan, dia menyatakan, RSUD 45 Kuningan menambah sejumlah tempat tidur rawat inap, khususnya bagi pasien anak, dari kapasitas keseluruhan rumah sakit sebanyak 204 tempat tidur.

Baca Juga: KKP Dorong Pengembangan Pasar Ekspor Ikan Nila Termasuk dari Wilayah Cirebon

”Kami berkoordinasi dengan rumah sakit penyangga di sekitar Kuningan sebagai alternatif rujukan apabila kapasitas tempat tidur di RSUD 45 sudah tidak tersedia,” ucap Yanuar Firdaus Sukardi.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
dinkes ISPA kuningan rsud