Polisi Selidiki Kasus Kematian Istri Dokter di Kabupaten Cirebon

Antara • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 13:58 WIB
 
Petugas memasang garis polisi di rumah korban, Desa Babakan, Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Petugas memasang garis polisi di rumah korban, Desa Babakan, Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon selidiki kasus kematian seorang perempuan yang merupakan istri dokter di Desa Babakan.

Petugas menemukan sejumlah luka pada tubuh korban. Kepala Satreskrim Polresta Cirebon Kompol Irfan Alireja mengatakan, temuan tersebut diperoleh saat petugas, melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis (24/9) malam.

“Petugas menemukan beberapa luka pada tubuh korban dari hasil pemeriksaan awal di lokasi,” kata Irfan Alireja dilansir dari Antara.

Baca Juga: Dinkes Cirebon Intensifkan Tracing Tb hingga 412 Desa

Dia menjelaskan, kepolisian belum menyampaikan bentuk maupun bagian tubuh, yang mengalami luka karena masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut dia, pemeriksaan di lokasi kejadian juga belum tuntas sehingga petugas kembali melakukan olah TKP pada Jumat ini untuk memperkuat proses penyelidikan.

Irfan mengatakan jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Indramayu, untuk menjalani autopsi guna mengetahui kondisi tubuh serta penyebab kematiannya.

Baca Juga: Duduk Bersama Santri di Rembang, Kapolri Tekankan Persatuan dan Kebersamaan

“Jenazah sudah dibawa ke rumah sakit dan akan dilakukan autopsi oleh ahli forensik,” terang Irfan Alireja.

Dia menegaskan kepolisian belum dapat memastikan penyebab kematian maupun dugaan adanya barang yang hilang dari rumah korban, termasuk informasi mengenai perampokan yang sempat beredar di media sosial.

“Kami masih melakukan proses penyelidikan sehingga belum bisa menyimpulkan mengenai dugaan barang yang hilang,” ujar Irfan Alireja.

Sementara itu, Sekretaris Desa Babakan Abi Fahmi mengatakan, korban sempat berkomunikasi dengan adiknya melalui aplikasi WhatsApp sekitar pukul 16.30 WIB, Kamis. Korban meminta dibelikan bubur ayam.

Dia menyampaikan adik korban kemudian mendatangi rumah tersebut menjelang pukul 17.00 WIB, tetapi tidak memperoleh jawaban setelah mengetuk pintu sehingga bubur yang dibawa kemudian ditinggalkan di depan rumah.

Abi mengatakan suami korban yang berprofesi sebagai dokter, sebelumnya pergi ke tempat praktik sekitar pukul 16.00 WIB dan kembali ke rumah lebih dari pukul 17.00 WIB.

Baca Juga: Disbudpar Kota Cirebon Jadikan Kawasan Pecinan Destinasi Wisata

“Setelah sampai di rumah, suaminya mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di atas kasur di kamar,” ucap Abi Fahmi.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
istri dokter kabupaten cirebon polresta cirebon