Dinkes Cirebon Intensifkan Tracing Tb hingga 412 Desa

Antara • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 13:51 WIB
 
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni. (Fathnur Rohman/Antara)
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon intensifkan pelacakan atau tracing tuberkulosis (Tb) menjangkau 412 desa.

Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan, tracing yang terintegrasi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tersebut telah menjangkau sekitar 34.000 orang di 340 desa sejak awal Agustus hingga pekan ketiga September 2026.

"Yang positif TB langsung diobati dan diminta kontrol. Kemudian keluarga yang tinggal satu rumah dan menjadi kontak erat juga langsung ditindaklanjuti," kata Eni Suhaeni dilansir dari Antara. 

Baca Juga: Disbudpar Kota Cirebon Jadikan Kawasan Pecinan Destinasi Wisata

Dia menyebutkan dari sekitar 18.000 hasil pemeriksaan yang telah masuk ke sistem pelaporan Kementerian Kesehatan, Dinkes menemukan sekitar 2.200 orang yang masuk kategori terduga TB.

Dari jumlah tersebut, kata dia, sebanyak 74 orang dinyatakan positif TB dan langsung mendapatkan penanganan serta pengobatan dari petugas kesehatan.

Eni menjelaskan, temuan kasus positif tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon, dan dipastikan tidak terkonsentrasi pada satu daerah tertentu.

Baca Juga: PT KAI Daop 3 Cirebon: 220.141 Ribu Pelanggan Gunakan Layanan KA Cakrabuana

Selain pasien, petugas memeriksa anggota keluarga yang tinggal serumah untuk mengetahui kemungkinan adanya penularan dan menemukan kasus lain sejak dini.

Dalam rangkaian penanganan itu, pihaknya mendata sebanyak 234 orang yang merupakan kontak serumah pasien telah mendapatkan pengobatan dan tindak lanjut dari petugas kesehatan.

"Tracing dilakukan lagi di sekitar tempat tinggal pasien untuk melihat apakah ada kemungkinan penularan lainnya," ujar Eni Suhaeni.

Dia mengatakan sasaran tracing meliputi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TB, mengalami gejala seperti batuk, serta memiliki faktor risiko tertentu, termasuk diabetes melitus dan hipertensi.

Dinkes Kabupaten Cirebon menargetkan pemeriksaan terhadap 46.600 orang dengan sasaran sekitar 100 orang di setiap desa dan diharapkan tercapai hingga akhir November 2026.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis terus diperluas hingga seluruh 412 desa.

Baca Juga: OJK Catat Pembiayaan Bank Syariah Ciayumajakuning Tumbuh 15,15 Persen

Termasuk dengan dukungan mobil rontgen untuk membantu mendeteksi TB dan gangguan saluran pernapasan.

"Dinas Kesehatan sudah turun ke 340 desa, pengobatan gratis, terus pemeriksaan, bahkan rontgen kita ada mobil juga," ungkap Imron.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
dinkes tuberkolosis kabupaten cirebon CKG