Dinkes Kota Cirebon Kerahkan Kader Posyandu Genjot Imunisasi Campak

Antara • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:20 WIB
 
Kader posyandu saat mendapatkan pembekalan dari petugas Dinkes di Kota Cirebon. (Dinkes Kota Cirebon/Antara)
Kader posyandu saat mendapatkan pembekalan dari petugas Dinkes di Kota Cirebon. (Dinkes Kota Cirebon/Antara)

 

JawaPos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon mengerahkan kader Posyandu guna meningkatkan cakupan imunisasi untuk mempercepat penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

Kepala Dinkes Kota Cirebon Siti Maria Listiawaty mengatakan kader dibekali teknik komunikasi antarpribadi agar mampu mengedukasi masyarakat secara persuasif dan menjawab keraguan orang tua terkait imunisasi.

"Kader kesehatan memiliki kedekatan emosional dan kultural dengan masyarakat, sehingga pendekatan persuasif dan edukatif cenderung lebih mudah diterima," kata Siti Maria Listiawaty dilansir dari Antara.

Baca Juga: Polresta Cirebon Intensifkan Razia Minuman Keras selama Agustus

Dia mengatakan, pihaknya telah mengadakan pelatihan dengan peserta yakni 100 kader posyandu bidang kesehatan yang mewakili 22 kelurahan se-Kota Cirebon dalam kegiatan Kampanye dan Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat pada Jumat (7/8).

Maria mengatakan, penguatan peran kader diperlukan karena status KLB campak yang ditetapkan sejak 20 Februari 2026, hingga kini belum dapat dicabut akibat rantai penularan di masyarakat masih aktif.

Berdasar data Dinkes Kota Cirebon, sasaran ORI Campak-Rubella untuk anak usia sembilan bulan hingga kurang dari 13 tahun mencapai 38.730 anak, sementara capaian imunisasi baru 32.893 anak atau 84,9 persen.

Baca Juga: Kejari Kuningan Ajak Masyarakat Ikuti Lelang Barang Rampasan Negara

"Untuk membentuk kekebalan kelompok, cakupan imunisasi perlu mencapai 95 persen sehingga masih terdapat kesenjangan yang harus segera dikejar," ujar Siti Maria Listiawaty.

Menurut dia, upaya tersebut semakin penting setelah ditemukan kasus positif pertusis di Kelurahan Kecapi yang juga berpotensi berkembang menjadi KLB, mengingat campak dan pertusis termasuk penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Dalam pelatihan, kata dia, kader memperoleh materi komunikasi mengenai imunisasi dari Forum Komunikasi Antar Pribadi (KAP) Jakarta, dengan penekanan pada cara membangun kedekatan, mendengarkan kekhawatiran, dan mendorong komitmen orang tua.

“Kader juga dilatih menggunakan cerita dan perumpamaan sederhana serta bermain peran untuk menghadapi berbagai keraguan orang tua, termasuk mengenai demam setelah imunisasi, kehalalan vaksin, dan anggapan bahwa ASI serta gizi sudah mencukupi,” ungkap Siti Maria Listiawaty.

Dia menuturkan pendekatan tersebut diarahkan agar kader mampu memberikan penjelasan berdasarkan informasi yang benar, sekaligus membantu masyarakat memahami manfaat imunisasi tanpa menggunakan cara yang memaksa.

"Kami ingin kader dapat menjadi penggerak di lingkungannya, termasuk meluruskan informasi yang keliru dan membantu orang tua memahami pentingnya imunisasi bagi anak," terang Siti Maria Listiawaty.

Baca Juga: Pemkot Cirebon Perketat Pengawasan Aktivitas Pengamen Jaga Ketertiban

Sebagai tindak lanjut, kader akan menyampaikan edukasi melalui posyandu, pertemuan warga, pengajian, kunjungan rumah, pengumuman mushola, serta grup komunikasi RT dan RW, kemudian melaporkan capaian dan kendala kepada puskesmas.

“Kami berharap penguatan kader tersebut mampu mempercepat peningkatan cakupan imunisasi, memutus rantai penularan campak, dan mendukung pencabutan status KLB,” ucap Siti Maria Listiawaty.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
dinkes imunisasi campak kader posyandu