JawaPos.com - TNI Angkatan Udara (AU) menguji kemampuan respons penanggulangan bencana alam melalui Latihan Kesiapsiagaan II Komando Daerah Udara I (Kodau I) Reksa Siaga 2026 yang digelar di Lanud Sugiri Sukani, Kabupaten Majalengka.
Panglima Komando Operasi Udara Nasional (Pangkoopsudnas) Marsekal Madya TNI Minggit Tribowo mengatakan, latihan itu bertujuan mengukur kesiapan personel, alutsista, dan satuan jajaran Kodau I untuk menghadapi berbagai potensi bencana.
"Latihan ini merupakan sarana untuk menguji kemampuan seluruh unsur jajaran Kodau I," kata Minggit Tribowo dilansir dari Antara.
Baca Juga: DPRD Jabar Dukung Peningkatan Kapasitas Peternak Domba di Cirebon
Dia menuturkan Kodau I memiliki wilayah tanggung jawab yang luas, meliputi Jawa Barat, sejumlah wilayah di Sumatera serta Kalimantan Tengah sehingga seluruh satuan harus memiliki kemampuan respons cepat dalam mendukung penanganan bencana alam.
Dia menjelaskan rangkaian latihan telah berlangsung sejak 8 Juni 2026, mulai dari tahap perencanaan, asesmen hingga manuver lapangan yang mensimulasikan kondisi kedaruratan. Dalam latihan itu, TNI AU mengerahkan sejumlah alutsista, seperti pesawat helikopter dan CN-295 untuk mendukung pengintaian, pengiriman personel serta distribusi bantuan logistik.
Minggit mengatakan skenario yang diterapkan mengacu pada pengalaman operasi kemanusiaan, yang pernah dilakukan TNI AU saat membantu penanganan bencana di Sumatera. Menurut dia, kemampuan respons cepat tidak hanya diperlukan untuk penyaluran bantuan sosial, tetapi juga dalam mendukung proses penanggulangan bencana secara menyeluruh.
Baca Juga: Pemkab Kuningan Sebut 1.036 Petugas SE Bantu Hasilkan Data Pembangunan
Selain dipusatkan di Majalengka, lanjutnya, latihan tersebut diikuti seluruh pangkalan udara jajaran Kodau I melalui konferensi video guna memastikan kesiapan satuan di masing-masing wilayah. Lanud Sugiri Sukani dipilih sebagai lokasi latihan, karena dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pangkalan pendukung operasi penanggulangan bencana.
"Sehingga kolaborasi dengan pemerintah daerah dengan jajaran menjadi sangat penting. Kita akan kembangkan terus pola seperti ini. Kalau terjadi sesuatu kita bisa bahu-membahu dengan komponen sipil yang ada di wilayah,” kata Minggit.
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menilai latihan tersebut menjadi sarana edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
"Kegiatan ini menjadi pembelajaran bagi kami dan masyarakat Majalengka dalam memahami upaya mitigasi dan penanggulangan bencana," kata Eman.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah