JawaPos.com - Pemerintah Kota Cirebon meluncurkan layanan Mobil Pangan Keliling (Mol Pangling) sebagai upaya membantu pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, program itu merupakan tindak lanjut hasil rapat tingkat tinggi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Yakni mendorong penguatan distribusi pangan guna menjaga laju inflasi tetap berada dalam kisaran target nasional.
"Ini merupakan salah satu upaya kami untuk menjaga dan mempertahankan capaian pengendalian inflasi melalui kehadiran Mol Pangling," kata Effendi Edo dilansir dari Antara.
Baca Juga: Pemkot Cirebon-BOPPJ Matangkan Persiapan Program Giant Sea Wall
Dia mengatakan kendaraan tersebut beroperasi secara rutin dengan menyasar berbagai wilayah di Kota Cirebon, untuk menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Menurut dia, kehadiran Mol Pangling dapat membantu menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pangan murah.
"Layanan ini akan terus bergerak untuk membantu menjaga stabilitas harga di Kota Cirebon. Kebutuhan pokok yang dijual diharapkan lebih murah dan kompetitif dibandingkan harga di pasaran," ujar Effendi Edo.
Edo menjelaskan, program itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempertahankan kinerja pengendalian inflasi, yang selama ini telah dicapai Kota Cirebon. Pemerintah daerah akan menjadwalkan operasional Mol Pangling secara bergilir ke seluruh kelurahan, dengan frekuensi kunjungan minimal satu kali setiap pekan.
Baca Juga: Pemkab Kuningan Sebut 1.036 Petugas SE Bantu Hasilkan Data Pembangunan
Selain menjaga keterjangkauan harga, menurut dia, program itu juga diharapkan mampu memperkuat distribusi pangan dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
"Ke depan kami akan terus mengembangkan program ini, termasuk kemungkinan menambah armada agar jangkauan pelayanan semakin luas," kata Effendi Edo.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Cirebon Samiran mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) di Kota Cirebon pada Mei 2026 mencapai 3,27 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,74.
Selain itu, BPS mencatat inflasi bulanan (month-to-month/mtm) pada Mei 2026 sebesar 0,39 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) mencapai 1,37 persen.
“Inflasi terutama dipicu kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran, dengan andil terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 6,81 persen,” terang Samiran.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah