Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Disperdagin Catat Jumlah IKM di Kabupaten Cirebon Meningkat

Antara • Kamis, 7 Mei 2026 | 17:54 WIB
Kawasan sentra batik di Trusmi, Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Kawasan sentra batik di Trusmi, Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com–Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon mencatat jumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) meningkat. Dari 168 unit pada 2024 menjadi 175 unit pada 2025.

”Kenaikan ini menunjukkan geliat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Cirebon terus tumbuh,” kata Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon Suhartono dilansir dari Antara di Cirebon.

Dia menjelaskan, peningkatan jumlah IKM tersebut turut diikuti pertumbuhan pada indikator lain, seperti investasi dan nilai produksi. Pihaknya merinci investasi IKM tercatat naik dari Rp 8,91 miliar pada 2024 menjadi Rp 9,11 miliar pada 2025. Dalam periode yang sama nilai produksi meningkat yakni semula Rp 9,31 miliar menjadi Rp 9,95 miliar.

Baca Juga: Bupati Kuningan Sebut Literasi Keuangan Penting Guna Cegah Perceraian

Dari sisi ketenagakerjaan, kata dia, sektor IKM di Kabupaten Cirebon menyerap lebih banyak tenaga kerja, dari 112 ribu orang pada 2024 menjadi 118 ribu orang pada 2025. Menurut Suhartono, IKM memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi daerah karena mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika ekonomi.

”IKM menjadi fondasi ekonomi yang terus kami dorong agar lebih produktif dan berdaya saing,” ujar Suhartono.

Beralih ke industri besar, lanjut dia, sektor tersebut pun mengalami pertumbuhan pesat yakni dari 229 unit pada 2024 menjadi 335 unit di pada 2025. Suhartono menjelaskan, keberadaan industri besar di Kabupaten Cirebon menyerap tenaga kerja sebanyak 154 ribu orang dan angka tersebut meningkat dari capaian tahun sebelumnya sekitar 45 ribu orang.

Baca Juga: DPR dan OJK Cirebon Perkuat Edukasi Tekan Penggunaan Pinjol Ilegal

Dia memastikan pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga tren pertumbuhan tersebut. Antara lain melalui pembinaan IKM, fasilitasi perizinan usaha, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pada sektor industri.

Selain itu, pihaknya pun memperkuat promosi investasi dan kemudahan berusaha guna menarik minat investor, khususnya di sektor industri besar. Langkah tersebut, diharapkan mampu memperluas lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.

”Dengan tren tersebut, kami optimistis sektor industri, khususnya IKM, akan terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah,” tandas Suhartono.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#IKM #Industri Kecil dan Menengah #kabupaten cirebon #disperdagin