JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai menerapkan penggunaan salam khas berupa Kulanun-Mangga sebagai langkah pelestarian tradisi sekaligus penguatan identitas budaya daerah tersebut.
”Kebijakan tersebut diperkenalkan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon pada Kamis (2/4),” kata Bupati Cirebon Imron dilansir dari Antara di Cirebon, Jumat (3/4).
Dia menyampaikan, penggunaan salam tersebut merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama tumbuh di tengah masyarakat. Istilah Kulanun-Mangga, sejatinya bukan hal baru karena sudah menjadi kebiasaan lama yang kini kembali dimunculkan agar lebih dikenal luas.
Baca Juga: BPS Catat Tarif Listrik hingga Komoditas Pangan Picu Inflasi di Cirebon
”Kalau kita bertemu, ada kebiasaan yang jadi ciri khas kita. Itu yang sekarang kita angkat lagi,” ujar Imron.
Menurut dia, penerapan salam tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan salam nasional maupun keagamaan yang sudah digunakan masyarakat. Sebaliknya, dia menuturkan kehadiran Kulanun-Mangga justru melengkapi ragam sapaan yang mencerminkan identitas lokal Cirebon.
Dia menambahkan, penggunaan salam khas itu ke depan akan dibiasakan dalam setiap sambutan acara, baik di lingkungan pemerintahan daerah maupun masyarakat umum. Imron menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjaga serta mengembangkan budaya sebagai bagian penting dari jati diri masyarakat Cirebon.
Baca Juga: Polres Cirebon Kota Ringkus Enam Tersangka pada Tiga Kasus Narkoba
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai penguatan simbol budaya seperti Kulanun-Mangga penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. Kabupaten Cirebon memiliki keunggulan karena warisan budayanya masih hidup dan terlihat nyata hingga saat ini.
”Keunggulan Cirebon itu peninggalannya masih ada, terlihat, dan hidup di masyarakat,” ucap Dedi.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah