JawaPos.com–Pemerintah Kota Cirebon menghadirkan Festival Ramadhan 1447 Hijriah/2026 di pusat kota tepatnya di sepanjang Jalan Siliwangi. Kegiatan itu untuk memberdayakan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, sebanyak 498 lapak UMKM berukuran 2x2 meter telah disiapkan di sepanjang jalur sekitar 1,7 kilometer. Yakni mulai dari kawasan Pasar Pagi (PGC) hingga mendekati persimpangan Krucuk.
Menurut dia, festival tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menyediakan ruang usaha yang legal dan tertata bagi pedagang takjil maupun pelaku usaha kuliner dan fesyen.
”Melalui festival ini, kami ingin memberikan ruang yang jelas dan legal bagi warga Kota Cirebon yang memiliki keahlian memasak untuk berjualan,” kata Effendi Edo seperti dilansir dari Antara.
Dia menyampaikan, pada Ramadhan tahun-tahun sebelumnya masih terjadi dinamika di lapangan. Khususnya terkait penertiban pedagang oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) karena belum tersedianya lokasi resmi yang difasilitasi pemerintah.
Edo menilai, melalui festival tersebut aktivitas jual beli selama Ramadhan dapat lebih tertib, terorganisir, serta memberikan kepastian usaha bagi para pelaku UMKM. Keberadaan ratusan pedagang akan mendorong perputaran ekonomi daerah dan memberikan dampak lanjutan bagi sektor lain, termasuk pasar tradisional serta usaha pendukung.
”Saya yakin kuliner kita enak dan beragam. Ini sekaligus menjadi ajang untuk mengasah kemampuan mereka,” ujar Effendi Edo.
Selain itu, dia optimistis festival tersebut dapat memberi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan selama Ramadhan dan memenuhi kebutuhan keluarga.
”Selain di Jalan Siliwangi, aktivitas ekonomi selama Ramadhan juga tetap berlangsung di sejumlah titik keramaian lain seperti Stadion Bima dan kawasan pelabuhan,” terang Effendi Edo.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon Iing Daiman menambahkan, Festival Ramadhan dapat menjadi agenda rutin sekaligus ikon baru Kota Cirebon yang mampu menarik minat masyarakat. Pihaknya akan melakukan evaluasi secara berkala setiap pekan guna memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan optimal, karena festival kali ini merupakan penyelenggaraan perdana.
”Festival ini berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 04.00 WIB, dengan penyediaan fasilitas umum seperti penerangan, kebersihan, keamanan, serta sejumlah titik parkir,” ucap Iing Daiman.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah