Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Dinsos Cirebon Lakukan Asesmen Peristiwa Banjir di Delapan Desa

Antara • Minggu, 14 Desember 2025 | 17:57 WIB
Banjir merendam sejumlah desa di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Banjir merendam sejumlah desa di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cirebon melakukan asesmen atau pendataan awal terkait peristiwa banjir yang melanda delapan desa di sejumlah kecamatan di Cirebon. Pendataan itu untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Cirebon Tsabit Albani mengatakan, banjir terjadi akibat hujan deras sejak Sabtu (13/12) malam. Banjir berdampak pada ratusan warga sehingga penanganan darurat segera dilakukan.

”Sementara ini, kami melaporkan ada beberapa wilayah terdampak banjir yang membutuhkan penyediaan makanan bagi warga,” kata Tsabit Albani seperti dilansir dari Antara.

Dia menyebutkan, Desa Gamel, Kecamatan Plered, menjadi salah satu wilayah terdampak dengan jumlah 287 kepala keluarga (KK) atau 576 jiwa. Selain itu, banjir juga terjadi di Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, dengan dampak terhadap 27 KK atau 54 jiwa.

”Banjir juga melanda Desa Kasugengan Kidul, Kecamatan Depok, yang berdampak pada delapan KK atau 45 jiwa, serta Desa Klangenan di Kecamatan Klangenan dengan sembilan KK atau 22 jiwa terdampak,” terang Tsabit Albani.

Dia menuturkan wilayah dengan dampak paling besar tercatat di Desa Jungjang Wetan, Kecamatan Arjawinangun, dengan sekitar 1.000 KK atau 4.000 jiwa terdampak banjir. Dia menambahkan, banjir juga melanda Desa Tegal Karang di Kecamatan Palimanan dengan 18 rumah, 26 KK, dan 37 jiwa yang terdampak banjir.

”Untuk Kecamatan Panguragan, banjir merendam Desa Panguragan Wetan dengan dampak sekitar 50 rumah atau 57 KK,” tutur Tsabit Albani.

Desa Kebarepan di Kecamatan Plumbon turut terdampak banjir dengan rincian 267 rumah, 534 KK atau 1.602 jiwa. Tsabit menjelaskan banjir dipicu jebolnya tanggul sungai di sepanjang aliran Sungai Kalianyar-Panguragan yang menyebabkan air masuk ke permukiman warga.

”Selain tanggul jebol, Sungai Bondet di Gunung Jati juga meluap akibat air laut pasang yang bersamaan dengan kiriman air dari hulu,” tandas Tsabit Albani.

Sebagai upaya penanganan awal, Dinsos Kabupaten Cirebon menurunkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke lokasi terdampak banjir. Dapur umum pun telah dibuka untuk memenuhi kebutuhan makan warga di lokasi terdampak banjir.

”Saat ini Tagana sedang melaksanakan asesmen lanjutan untuk mendata kebutuhan warga secara lebih rinci,” ucap Tsabit Albani.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#tagana #kabupaten cirebon #banjir #dinsos