JawaPos.com - Sholat merupakan ibadah wajib yang menjadi tiang agama dalam kehidupan umat Islam. Kewajiban ini tidak hanya bernilai ibadah ritual, tetapi juga memiliki dimensi spiritual, moral, dan sosial yang sangat penting.
Dengan menunaikan sholat tepat waktu, seorang muslim menjaga hubungannya dengan Allah SWT sekaligus melatih kedisiplinan, kesabaran, serta ketenangan batin.
Melalui Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menyediakan jadwal resmi sholat lima waktu untuk setiap daerah, termasuk Kabupaten Sumedang. Berikut jadwal sholat untuk hari Senin, 15 September 2025.
Jadwal Sholat Sumedang Senin, 15 September 2025
- Imsak: 04.22 WIB
- Subuh: 04.32 WIB
- Terbit: 05.44 WIB
- Dhuha: 06.11 WIB
- Zuhur: 11.53 WIB
- Asar: 15.06 WIB
- Maghrib: 17.54 WIB
- Isya': 19.03 WIB
Ayat Al-Qur'an tentang Sholat
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Ankabut: 45).
Ayat ini menjelaskan bahwa sholat tidak hanya sekadar kewajiban formal, tetapi memiliki dampak besar dalam membentuk akhlak. Orang yang menjaga sholat dengan benar akan terhindar dari perbuatan yang dilarang Allah.
Hadist Tentang Sholat
Rasulullah SAW bersabda:
"Sholat itu adalah tiang agama. Barang siapa yang mendirikannya maka ia telah menegakkan agama, dan barang siapa yang meninggalkannya maka ia telah merobohkan agama." (HR. Baihaqi).
Hadist ini menegaskan bahwa sholat merupakan pondasi utama dalam agama Islam. Jika seorang muslim menjaga sholatnya, maka kehidupannya akan terarah. Sebaliknya, jika sholat ditinggalkan, maka runtuhlah bangunan agama dalam dirinya.
Dalam riwayat lain disebutkan:
"Perjanjian antara kami dengan mereka (orang kafir) adalah sholat. Barang siapa meninggalkannya maka sungguh ia telah kafir." (HR. Tirmidzi dan Ahmad).
Hadist ini menunjukkan betapa pentingnya sholat sebagai pembeda utama antara orang beriman dan orang yang tidak beriman.
Editor : Candra Mega Sari