JawaPos.com–Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon memperkuat keamanan situs web resmi milik pemerintah daerah (pemda). Hal itu menyusul adanya 52 insiden serangan siber, termasuk penyusupan iklan judi daring pada periode 2023-2025.
Kepala Bidang Layanan E-Government DKIS Kota Cirebon Eka Purnomo Sidik mengatakan, penguatan ini dilakukan melalui penerapan Content Management System (CMS) Website Berpijar yang digunakan di seluruh perangkat daerah secara bertahap.
”Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan pengelolaan situs web,” kata Eka seperti dilansir dari Antara di Cirebon.
Dia menyampaikan sistem ini dirancang untuk menyeragamkan desain, memperkuat keamanan, serta mempercepat penyampaian informasi publik. Hal tersebut, sangat penting karena berdasar data DKIS dari 77 situs resmi milik pemda, terdapat 48 web tidak aktif.
Menurut dia, kondisi ini bisa meningkatkan risiko misinformasi hingga membuka celah keamanan yang rawan dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, DKIS Kota Cirebon menghadirkan program guna memperkuat sistem keamanan web sekaligus percepatan penyampaian informasi publik yang akurat dan mudah diakses masyarakat.
Sementara itu, Kepala DKIS Kota Cirebon Ma’ruf Nuryasa menjelaskan, penerapan CMS ini, merupakan bagian dari strategi publikasi terintegrasi yang diamanatkan kepada DKIS. Program ini memiliki dasar hukum yakni Perwali Nomor 28 Tahun 2024 tentang Penggunaan dan Pengelolaan Nama Domain, Sub Domain, Situs Web, dan E-mail.
”DKIS diamanatkan menyusun strategi pelaksanaan program publikasi terintegrasi, dan CMS ini adalah salah satu strateginya,” tandas Ma’ruf Nuryasa.
Dia menuturkan program ini memungkinkan setiap unit kerja di dinas, dapat mengelola konten secara mandiri namun tetap berada dalam kerangka keamanan dan desain yang terstandar.
Seluruh perangkat daerah, perlu secara aktif memperbarui konten masing-masing, sehingga situs web pemerintah selalu relevan, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.
”Dengan keseragaman ini, identitas dan kualitas informasi dapat terjaga,” tutur Ma’ruf Nuryasa.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah