JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung penuh penyelenggaraan Temu Inklusi ke-6 yang diinisiasi Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia. Hal itu sebagai wadah untuk memperkuat pembangunan inklusif.
Bupati Cirebon Imron mengatakan, daerahnya menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan kegiatan tersebut dan puncak acara akan berlangsung di Desa Durajaya pada 2-4 September.
Dia menyebutkan, dipilihnya Cirebon sebagai tuan rumah kegiatan tersebut, tidak lepas dari upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan ramah difabel.
”Pada 2024 kami sudah membentuk tujuh desa ramah difabel dan tahun ini akan ditambah jumlahnya,” kata Imron seperti dilansir dari Antara.
Imron menjelaskan, Temu Inklusi tahun ini bisa mengingatkan seluruh pihak bahwa inklusi adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat.
Dia menginginkan kegiatan tersebut menjadi motivasi untuk mendorong pembangunan yang lebih inklusif di Kabupaten Cirebon, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi difabel.
”Saya berharap Temu Inklusi ini bisa menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang lebih berkeadilan,” ujar Imron.
Sementara itu, Direktur PKPM Bappenas Tirta Sutedjo turut mengapresiasi penyelenggaraan Temu Inklusi, yang sejalan dengan pencapaian indikator pembangunan inklusif dalam RPJMN. Acara ini penting untuk memperkuat perencanaan dan penganggaran yang fokus pada kebutuhan difabel.
”Organisasi difabel, masyarakat, dan organisasi masyarakat sipil CSO diharapkan berperan sebagai mitra strategis dalam memperkuat inovasi pemberdayaan dan partisipasi difabel,” terang Tirta Sutedjo.
Sedangkan Direktur SIGAB Indonesia M Joni Yulianto menuturkan, sejak 2024, pihaknya telah bekerja sama dengan Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) serta pemerintah melalui program Strengthening Inclusion for Diffability Equity and Rights (SOLIDER).
”Program ini juga mendapat dukungan dari Inklusi Kemitraan Australia dan Indonesia,” jelas Joni Yulianto.
Dia menyampaikan, program ini telah mendorong perintisan enam desa inklusif di Kabupaten Cirebon, serta memperkuat Unit Layanan Disabilitas (ULD) ketenagakerjaan yang telah menyalurkan lebih dari 600 tenaga kerja.
Joni menambahkan, pemilihan Cirebon sebagai tuan rumah Temu Inklusi dilakukan setelah asesmen sejak Desember 2024, mempertimbangkan berbagai praktik baik yang telah diterapkan di wilayah tersebut.
Pihaknya juga menargetkan sekitar 2.000 peserta akan hadir, yang diharapkan memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat.
”Kami berharap kepanitiaan yang telah terbentuk menjadi tim yang kuat dalam menyukseskan Temu Inklusi ini,” ucap Joni Yulianto.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah