Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

BPBD Kuningan Tangani 71 Bencana Selama Januari 2025

Antara • Selasa, 4 Februari 2025 | 13:11 WIB
BPBD bersama Pemkab Kuningan saat meninjau lokasi bencana longsor di salah satu desa di Kuningan. (BPBD Kuningan/Antara)
BPBD bersama Pemkab Kuningan saat meninjau lokasi bencana longsor di salah satu desa di Kuningan. (BPBD Kuningan/Antara)

JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, telah menangani sebanyak 71 kejadian bencana selama Januari 2025 di 27 kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu Permana mengatakan, mayoritas bencana yang terjadi dipicu faktor hidrometeorologi. Terutama tingginya curah hujan yang melanda wilayah tersebut.

”Dari hasil asesmen kami, bencana yang terjadi meliputi empat kejadian banjir, 48 tanah longsor, sembilan kejadian akibat cuaca ekstrem, dua kebakaran rumah, dan enam bangunan ambruk,” kata Indra Bayu Permana seperti dilansir dari Antara di Kuningan.

Akibat peristiwa tersebut, kata dia, satu warga mengalami luka-luka, 30 jiwa mengungsi, serta 288 jiwa lainnya terdampak. Namun dipastikan tidak ada korban jiwa pada kejadian bencana tersebut.

BPBD Kabupaten Kuningan, kata dia, berperan aktif dalam penanganan bencana. Mulai dari respons cepat saat kejadian, evakuasi warga terdampak, hingga distribusi bantuan darurat.

”Tim BPBD juga melakukan asesmen lapangan untuk mengidentifikasi kerusakan dan kebutuhan korban,” terang Indra Bayu Permana.

Selain itu BPBD berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI-Polri, serta relawan kebencanaan untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal. Indra menyampaikan tidak hanya upaya pemerintah, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana, terutama di daerah yang rawan longsor serta banjir.

”Kondisi saat ini masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” tutur Indra Bayu Permana.

Sementara itu Penjabat (Pj) Bupati Kuningan Agus Toyib menegaskan, pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret guna membantu warga terdampak, terutama dalam hal rehabilitasi rumah yang mengalami kerusakan.

”Kami segera merealisasikan rehab rumah bagi warga terdampak. Bersamaan dengan itu juga akan dibangun bronjong untuk mencegah pergerakan tanah,” ujar Agus Toyib.

Dia menambahkan, pembangunan brojong bertujuan memperkuat struktur tanah, terutama di wilayah rawan longsor, agar kejadian serupa tidak terulang pada kemudian hari.

”Kami berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang berisiko tinggi mengalami bencana. Langkah ini mencakup sosialisasi kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana,” ucap Agus Toyib.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#kuningan #bpbd #Hidrometeorologi #bencana #cuaca ekstrem