Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Balai TNGC Deteksi Tiga Individu Macan Tutul Asli di Gunung Ciremai

Antara • Selasa, 31 Desember 2024 | 10:31 WIB
Individu macan tutul terekam kamera jebak milik Balai TNGC di Gunung Ciremai. (Balai TNGC/Antara)
Individu macan tutul terekam kamera jebak milik Balai TNGC di Gunung Ciremai. (Balai TNGC/Antara)

JawaPos.com–Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) mendeteksi keberadaan tiga individu macan tutul sebagai satwa asli (native) di kawasan konservasi tersebut. Hal itu diketahui berdasar hasil pemantauan yang dilakukan sepanjang 2024.

”Kami berhasil mendeteksi tiga individu macan tutul (Panthera pardus) sebagai satwa asli kawasan Gunung Ciremai, serta satu satwa hasil introduksi,” kata Kepala Balai TNGC Toni Anwar seperti dilansir dari Antara di Kuningan.

Dia menjelaskan, tiga individu itu terpantau melalui kamera jebak yang dipasang pada sejumlah titik di Gunung Ciremai. Hasilnya didapat satwa tersebut berjenis kelamin jantan, dengan dua individu bercorak kumbang (hitam) dan satu bercorak tutul terang.

Toni mengatakan, untuk satu satwa hasil introduksi merupakan macan tutul bernama Rasi yang berjenis kelamin betina, serta terakhir terdeteksi pada Juli 2024.

”Rasi adalah hasil pelepasliaran pada 2022, yang memiliki corak tutul terang. Namun, individu introduksi lain, yakni Slamet Ramadhan, belum terdeteksi sejak April 2023,” ujar Toni Anwar.

Menurut dia, keberhasilan ini tidak lepas dari peningkatan metode pemantauan Tim Monitoring Balai TNGC yang bekerja sama dengan masyarakat setempat dan Yayasan SINTAS Indonesia. Selain itu, Balai TNGC juga mendukung program Javan Wild Leopard Survey (JWLS) untuk mendalami struktur populasi macan tutul di Pulau Jawa.

”Keberadaan macan tutul Jawa sebagai spesies kunci sangat penting, dalam menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan Gunung Ciremai, menjadikannya fokus utama upaya konservasi oleh berbagai pihak,” terang Toni Anwar.

Dia menuturkan, macan tutul merupakan salah satu satwa endemik Pulau Jawa yang keberadaannya terancam punah akibat perburuan liar, hilangnya habitat, dan alih fungsi hutan. Satwa ini dilindungi secara hukum di Indonesia, serta terdaftar dalam CITES Appendix I.

Toni mengimbau para pendaki untuk tetap waspada dengan mematuhi aturan pendakian, seperti mengikuti jalur resmi dan melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa tersebut. Meski secara alami, satwa liar seperti macan tutul cenderung menghindari manusia.

”Kami berharap hasil survei JWLS yang direncanakan selesai pada 2025 dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai populasi macan tutul Jawa, khususnya di TNGC,” ucap Toni Anwar.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#TNGC #konservasi #macan tutul #gunung ciremai