Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Mengenal Degung, Gamelan Sunda yang Jadi Warisan Budaya Abadi

Rafael Milliano • Sabtu, 30 November 2024 | 20:00 WIB
Degung, Gamelan Sunda yang legendaris
Degung, Gamelan Sunda yang legendaris

JawaPos.com - Degung adalah salah satu wujud keindahan seni gamelan Sunda yang memikat hati dengan alunan nada yang lembut dan mendalam. Sebagai warisan budaya khas Jawa Barat, musik Degung tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media ekspresi yang menggambarkan kearifan lokal dan kepekaan emosional masyarakat Sunda.

Menurut situs sipaku.disparbud.garutkab.go.id (30/11),, degung yang merupakan gamelan khas Sunda ini dibuat dari bahan-bahan seperti perunggu dan/atau besi. Alat-alat yang digunakan dalam Degung antara lain Gambang, Saron I dan II, Bonang, Cempres, Jenglong, Kendang, Suling, dan Gong.

Degung sendiri mulai berkembang kurang lebih pada akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19. Banyak masyarakat, terutama yang berasal dari Jawa Barat, mengatakan bahwa Degung merupakan sebuah alat musik asal kerajaan, mengingat pelafalan dari kata Degung sendiri yang diambil dari kata "ngadeg" yang berarti berdiri dan "agung" yang berarti megah. Mengisyaratkan kepada sebuah kerajaan yang berdiri agung.

Ada pula versi lain mengenai asal-usul nama Degung, yang berhubungan dengan sejarah alat musik ini dimiliki oleh seorang bupati atau Pangagung. Dalam literatur, kata Degung juga dihubungkan dengan bahasa Belanda "De Gong" yang berarti deretan penclon-penclon yang digantung.

Baca Juga: 9 Tanda Seorang Introvert sedang Jatuh Cinta, Rela Keluar Zona Nyaman hingga Melawan Keinginan Menarik Diri

Seperti dijelaskan di indonesiakaya.com (30/11), Degung memiliki perbedaan dengan gamelan-gamelan Jawa atau Bali. Suara Degung yang lebih mendayu-dayu berasal dari dominasi suling dan rebab dalam ansambelnya.

Degung juga dikelompokan berdasarkan bentuk, kelengkapan, dan penempatan alat musik. Terdapat tiga jenis utama Degung yakni Gamelan Salendro/Pelog, Gamelan Renteng, dan Gamelan Ketuk Tilu. 

Gamelan Salendro dan Pelog biasanya digunakan untuk mengiringi seni pertunjukan seperti wayang dan tarian, dengan alat musik lengkap seperti rebab, kendang, dan gong. Gamelan Renteng, yang sudah dikenal sejak abad ke-16, menggunakan laras salendro dan pelog dengan alat musik seperti kongkoang, cempres, dan goong yang disusun berjajar.

Gamelan Renteng dianggap lebih tua dan menjadi salah satu dasar untuk mengembangkan Degung. Sementara itu, Gamelan Ketuk Tilu dinamai berdasarkan alat utamanya, yaitu ketuk (mirip bonang) berjumlah tiga buah, serta dilengkapi rebab, kendang, dan gong. Dulu gamelan ini digunakan untuk tarian ibing ketuk tilu, namun sekarang sudah berkembang untuk seni lain.

Alat musik khas Sunda ini wajib sekali untuk terus dilestarikan dari generasi ke generasi agar setiap lapisan masyarakat bisa mengetahui dan memahami bagaimana cara memainkan alat musik Degung. Selain itu, Degung ini bisa membantu dalam menyajikan keautentikan sebuah budaya Sunda.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#degung #gamelan sunda