Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Mengulik Sejarah Kolam Renang Sang Raja, Situs Bersejarah di Majalengka yang Kini Terbengkalai

Siti Nahdia Usman • Selasa, 12 November 2024 | 18:00 WIB
Kolam Renang Sang Raja yang saat ini telah terbengkalai
Kolam Renang Sang Raja yang saat ini telah terbengkalai
 
JawaPos.com - Di Desa Cigasong, Majalengka, terdapat sebuah peninggalan sejarah yaitu Kolam Renang Sang Raja. Situs bersejarah ini tidak hanya menjadi kolam renang pertama di wilayah tersebut tetapi juga menyimpan banyak cerita dan sejarah yang menambah daya tariknya. Kolam renang Sang Raja dibangun sekitar tahun 1819 oleh Demang Santana Sastra Permana.
 
Kolam ini dikaitkan dengan sejarah Prabu Siliwangi, pemuda gagah dan sakti dari masa Kerajaan Pajajaran yang dipercaya sebagai pemimpin yang disegani. Konon, seorang pemuda datang menemui Prabu Siliwangi untuk meminta izin menyebarkan agama Islam di wilayah tersebut. Melalui interaksi ini, kehadiran Islam mulai diterima oleh masyarakat setempat, dan kolam ini pun menjadi saksi bisu atas perkembangan agama dan budaya di wilayah itu.
 
Sebelum bernama Sang Raja, kolam renang ini dahulunya diberi nama Tamansari. Seiring berjalannya waktu hingga sistem pemerintahan tak lagi memakai kerajaan, nama Tamansari pun diubah menjadi Sang Raja.
 
Baca Juga: Mengenal Sosok KH Abdul Halim, Pahlawan Nasional dari Majalengka
 
Awalnya kolam ini diperuntukkan bagi keluarga Tumenggung Natakaria, menjadi tempat rekreasi bagi para raja dan bangsawan pada masa itu. Namun setelah kemerdekaan kolam ini lalu dibuka untuk masyarakat umum.
 
Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, kolam ini menjadi salah satu tempat hiburan pejabat Belanda yang dibangun bersamaan dengan Bendungan Sungai Cideres yang terletak di dekatnya. Kolam ini juga dilengkapi tugu prasasti yang menjadi bukti bahwa pemerintah Hindia Belanda mengakui pentingnya situs ini sebagai warisan budaya.
 
Pada tahun 1911 hingga 1912, kolam dan tugu tersebut mengalami perbaikan oleh bupati Majalengka ke-7 RAA Sasrabahu, termasuk penambahan pagar untuk melindungi situs bersejarah ini. Lalu tahun 1922 direnovasi lagi oleh Bupati Majalengka ke-8 Raden Mas Aria Adipati Suriatanudibrata.
 
Baca Juga: Intip Sejarah Batik Ciwaringin Khas Cirebon, Cerita yang Tidak Lepas dari Santri dan Para Petani
 
Selain menjadi tempat hiburan, kolam ini dulu dikenal sebagai sumber mata air bersih yang sangat jernih, sehingga masyarakat setempat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air yang mengalir dari kolam ini disalurkan ke berbagai desa di sekitar Kelurahan Cigasong.
 
Kolam ini disebut juga sebagai "Kahuripan" oleh penduduk, karena airnya diyakini memiliki karomah. Hingga kini, ada masyarakat yang masih menggunakan air ini dalam ritual tertentu sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarahnya.
 
Seiring waktu, Kolam Renang Sang Raja tak hanya berfungsi sebagai sumber air namun juga tempat diadakannya acara budaya dan ritual. Masyarakat sekitar sering kali membersihkan kolam ini secara gotong-royong, diikuti prosesi doa, dan diakhiri dengan makan bersama.
 
Baca Juga: Menggali Sejarah dan Nilai Budaya dalam Tradisi Saptonan, Aksi Ketangkasan Berkuda di Kabupaten Kuningan
 
Kolam renang ini pernah mengalami masa kejayaan yaitu di tahun 80-an hingga 90-an, namun mulai ditinggalkan pengunjung sekitar tahun 2010 hingga saat ini.
 
Kini, Kolam Renang Sang Raja terlihat tak terurus dengan rumput liar yang tumbuh di sekelilingnya. Walaupun kondisinya telah terbengkalai, beberapa bagian kolam masih dapat digunakan dan kerap menjadi tujuan para pengunjung yang mencari sejarah maupun yang melakukan uji nyali.
 
Dengan kondisi kolam saat ini yang memprihatinkan, banyak yang berharap agar pemerintah setempat dapat melakukan perbaikan untuk mengembalikan kejayaan kolam renang Sang Raja.
 
(*)
Editor : Siti Nur Qasanah
#peninggalan bersejarah #terbengkalai #Kolam Renang Sang Raja #majalengka #situs bersejarah