Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Menguak Misteri Nama Indramayu: Kisah Singkat Asal-Usul dan Sejarah di Balik Nama Kota Indramayu yang Melegenda

Arsyad Dena Mukhtarom • Kamis, 31 Oktober 2024 | 08:17 WIB
Ilustrasi Kota Indramayu. (indramayukab.go.id)
Ilustrasi Kota Indramayu. (indramayukab.go.id)

JawaPos.com–Indramayu, sebuah kota yang menyimpan banyak cerita dan sejarah menarik. Nama kota ini tidak hanya sekadar label, tetapi juga menyimpan misteri dan makna yang mendalam.

Kamu mungkin pernah bertanya-tanya, apa sih asal-usul nama Indramayu ini? Mari kita bersama-sama menggali kisah di balik nama kota yang melegenda ini.

Kisah pendirian Indramayu dimulai di daerah Bagelen, Jawa Tengah. Di sana, tinggal seorang Tumenggung bernama Gagak Singalodra yang memiliki lima putra. Salah satu putranya, Raden Arya Wiralodra, dikenal berjiwa besar dan bercita-cita luhur. Dia ingin membangun sebuah negara yang makmur dan sejahtera untuk diwariskan kepada anak cucunya.

Suatu hari, Raden Wiralodra menjalani tapa brata di perbukitan Melayu, Gunung Sumbing. Setelah tiga tahun bertapa, dia mendapatkan wangsit yang menuntunnya untuk merantau. Wangsit itu berbunyi, Raden Arya Wiralodra, jika kamu ingin berbahagia, pergilah ke arah matahari terbenam dan carilah lembah Sungai Cimanuk. Pesan itu jelas dan penuh harapan.

Setelah menerima wangsit tersebut, Raden Wiralodra kembali ke Banyu Urip. Dia segera menyampaikan pesan penting ini kepada ayahnya, Raden Gagak Singalodra. Ayahnya merasa berat melepaskannya, tetapi menghargai cita-cita mulia putranya. Bawalah Tinggil untuk menemanimu dalam perjalanan, pesan Raden Gagak Singalodra. Dengan semangat dan keyakinan, Raden Wiralodra memulai langkahnya menuju masa depan yang cerah.

Perjalanan Raden Wiralodra dan Ki Tinggil menuju Sungai Cimanuk ternyata bukanlah perjalanan yang mudah. Mereka berjalan selama tiga tahun, mengarungi berbagai rintangan demi mencapai tujuan. Suatu senja, setelah berhari-hari berkelana, mereka tiba di tepi sebuah sungai besar. Betapa bahagianya hati Raden Wiralodra, karena dia yakin sungai itu adalah Sungai Cimanuk yang selama ini dia cari.

”Rupanya inilah Sungai Cimanuk yang sedang kita cari,” ucapnya penuh sukacita.

Namun, Ki Tinggil lebih berhati-hati. ”Hamba pikir lebih baik kita istirahat sampai besok pagi,” kata dia.

Keduanya pun tertidur lelap, dikelilingi suara alam yang menenangkan. Keesokan paginya, saat mereka terbangun, seorang kakek mendekati mereka. Dengan penuh rasa ingin tahu, kakek itu bertanya.

”Hai kisanak, siapakah kalian bedua? Kenapa tidur di situ?” kata kakek.

Raden Wiralodra dan Ki Tinggil terkejut melihat kakek tiba-tiba ada di hadapan mereka.

”Kek, kami tertidur. Perlu kakek ketahui, saya Raden Wiralodra dan ini Ki Tinggil. Kami berasal dari Banyu Urip,” jawab Raden Wiralodra dengan sopan.

Dengan semangat, Raden Wiralodra kemudian menceritakan perjalanan panjang mereka. Dia tidak sabar menunggu jawaban kakek itu.

”Kek, apakah ini Sungai Cimanuk yang selama ini saya cari?” tanyanya, penuh harap.

Namun, jawaban kakek itu mengejutkan mereka.

”Kasihan cucu-cucuku, sungai yang kalian cari sudah jauh terlewat. Perlu cucu ketahui, sungai besar ini adalah Sungai Citarum,” kata kakek tersebut.

Kabar ini tentu saja mengecewakan, tetapi juga membuka lembaran baru dalam pencarian Raden Wiralodra. Siapa sangka, setiap langkahnya adalah bagian dari takdir yang lebih besar yang menanti di depan.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#Cimanuk #indramayu #sejarah