Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Menelusuri Sejarah dan Keindahan Gedung Negara Karesidenan Cirebon

Lania Monica • Jumat, 18 Oktober 2024 | 20:27 WIB
Gedung Negata Karesidenan, Cirebon (Google Photo/Muhammad Iqbal Nurfurqon)
Gedung Negata Karesidenan, Cirebon (Google Photo/Muhammad Iqbal Nurfurqon)

JawaPos.com–Gedung Negara Karesidenan Cirebon merupakan salah satu warisan sejarah penting dari era kolonial. Terletak di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon.

Bangunan ini memiliki nilai estetika yang setara dengan Istana Presiden di Bogor. Didirikan pada 1865 di bawah kepemimpinan Albert Wilhelm Kinder De Camurecq, gedung ini dirancang arsitek Belanda Van Den Berg.

Arsitektur gedung ini mengingatkan pada Istana Merdeka di Jakarta, menampilkan gaya yang anggun. Material utama yang digunakan untuk membangun gedung ini meliputi bata merah, kayu jati, marmer, dan tegel.

Pada awalnya, gedung ini berfungsi sebagai rumah dinas residen, dengan kantor residen terletak di Lemahwungkuk yang sudah ada sejak 1841.

Pembangunan gedung ini dilatarbelakangi kebakaran yang melanda Benteng Beschertmingh, memaksa pemindahan lokasi kantor pemerintahan.

Seiring berjalannya waktu, gedung ini berganti nama menjadi Gedung Kantor Pembantu Gubernur Wilayah III Cirebon. Saat ini, gedung ini dikenal sebagai salah satu objek wisata bersejarah di Cirebon, menarik banyak pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat sejarah kota ini. Selain itu, Gedung Negara sering digunakan untuk pertemuan dan acara seni budaya.

Interior gedung ini masih mempertahankan ornamen-ornamen antik, termasuk lampu-lampu gantung yang menambah keindahan ruang. Bahkan, terdapat area santai yang nyaman di teras untuk bersantai di sore hari. Meski mengalami perubahan nama dan fungsi, keasliannya tetap terjaga dengan baik hingga kini.

Sejak 2000, gedung ini menjadi Kantor Badan Koordinasi Wilayah Cirebon, dan masyarakat umum dapat mengaksesnya. Di area sekitar, terdapat rusa yang dapat dilihat dari luar kandang, menambah daya tarik bagi pengunjung. Dalam sejarahnya, Gedung Karesidenan Cirebon digunakan sebagai tempat peristirahatan bagi pejabat Hindia Belanda.

Pembangunan gedung ini dilakukan jauh dari kawasan perairan, karena pada waktu itu, daerah tersebut dianggap tidak sehat. Keputusan ini diambil untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi para pejabat Belanda. Hingga kini, gedung ini tetap menjadi simbol kekuasaan kolonial dan merupakan bagian penting dari identitas Cirebon.

Sebagai salah satu bangunan bersejarah, Gedung Negara Karesidenan Cirebon menjadi tujuan wisata menarik bagi para turis, terutama yang berasal dari Eropa. Masyarakat lokal dan pengunjung dapat merasakan nuansa sejarah ketika melangkah masuk ke dalam gedung yang megah ini. Dalam catatan sejarah, gedung ini juga memiliki kisah unik di mana penduduk setempat harus berjalan jongkok untuk memasuki area gedung.

Sejak pembangunannya, gedung ini telah mengalami berbagai perubahan dan perawatan. Meskipun begitu, bentuk asli gedung masih dapat dilihat dengan jelas. Sebagai pusat kegiatan pemerintahan, gedung ini juga digunakan untuk acara-acara budaya dan pertemuan penting lainnya.

Gedung ini telah terdaftar sebagai Benda Cagar Budaya sejak 2001. Keberadaan gedung ini mencerminkan perjalanan sejarah Cirebon yang kaya dan beragam. Kini, Gedung Karesidenan Cirebon tidak hanya sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga sebagai tempat di mana seni dan budaya lokal dapat berkembang dan ditampilkan.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#cirebon #Warisan Sejarah #kolonial #Gedung Negara