Pemimpin Iran Balas Ancaman Trump dengan Peringatan Balik: Jika Coba Intervensi, Maka Kerusakan bagi Amerika Tak Terhindarkan

JawaPos.com - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menolak keras seruan Amerika Serikat (AS) agar negaranya menyerah di tengah gempuran Israel yang terus berlanjut. Dilansir dari Associated Press, Khamenei menegaskan bahwa keterlibatan militer AS akan menyebabkan kerusakan yang tak dapat diperbaiki bagi mereka.
Pernyataan itu disampaikan saat ia muncul untuk kedua kalinya secara publik sejak serangan Israel dimulai enam hari lalu. Sinyal meredanya ancaman rudal Iran terlihat ketika Israel mulai mencabut sebagian pembatasan aktivitas harian.
Pidato Khamenei muncul sehari setelah Presiden AS, Donald Trump, mengunggah pernyataan di media sosial yang menuntut Iran menyerah tanpa syarat. Ia juga memperingatkan bahwa AS tahu keberadaan Khamenei, tetapi belum berniat untuk membunuhnya.
Meski semula mengambil jarak dari serangan kejutan Israel terhadap program nuklir Iran, Trump belakangan memberi sinyal kemungkinan keterlibatan lebih besar. Ia bahkan menyebut ingin sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar gencatan senjata.
AS juga telah mengirim tambahan pesawat tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut. Kehadiran militer ini menjadi sinyal bahwa Washington mempertimbangkan segala kemungkinan.
Sementara itu, para diplomat senior Eropa dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Iran di Jenewa pada Jumat nanti. Pertemuan ini bertujuan membahas masa depan program nuklir Iran.
Seorang pejabat Eropa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, pertemuan itu akan dihadiri perwakilan dari Jerman, Prancis, Inggris, dan perwakilan tertinggi Uni Eropa. Tak ada rencana keikutsertaan AS dalam pembicaraan ini, meski hal itu bisa berubah.
Di tempat lain, Dewan Keamanan PBB menjadwalkan pertemuan darurat kedua pada Jumat terkait konflik Iran-Israel. Permintaan itu datang dari Rusia, China, dan Pakistan.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menawarkan diri sebagai mediator. Ia menyebut bahwa solusi bisa ditemukan jika semua pihak mau bernegosiasi secara terbuka.
"Menurut pandangan saya, solusi masih bisa dicapai," kata Putin dalam sesi bersama wartawan pada Rabu.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan rasa terima kasih kepada Trump atas dukungan Amerika. Ia menyebut Trump sebagai sahabat sejati Israel.
"Kami terus berkomunikasi, termasuk semalam," ujarnya. "Itu percakapan yang sangat hangat."
Dalam video yang dirilis oleh pemerintah Iran, Khamenei menyebut pernyataan Trump sebagai "omong kosong penuh ancaman."
"Orang-orang bijak yang mengenal Iran dan sejarahnya tak akan pernah berbicara pada bangsa ini dengan ancaman," ujarnya.
"Bangsa Iran bukan tipe yang akan menyerah!" tegasnya.
Ia juga memperingatkan, "Amerika harus tahu bahwa keterlibatan militer mereka akan membawa kerusakan yang tidak bisa diperbaiki."
Pernyataan Khamenei dirilis terlebih dahulu sebelum video ditayangkan, diduga sebagai langkah keamanan. Lokasinya pun tidak diketahui, dan dalam video hanya terlihat tirai krem, bendera Iran, serta foto mendiang Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Sehari sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengingatkan bahwa intervensi AS berisiko memicu perang habis-habisan. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut terkait pernyataan tersebut.
Seorang pejabat Iran lainnya menegaskan bahwa negaranya akan terus memperkaya uranium untuk tujuan damai. Pernyataan ini secara tersirat menolak tuntutan Trump untuk menghentikan program nuklir. (*)




