Menag Nasaruddin Umar Sapa dan Lepas Rombongan Jemaah Menuju Arafah: 200 Ribu Jemaah Diberangkatkan dengan 3.000 Bus

JawaPos.com - Menjelang puncak ibadah haji, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyempatkan diri menyapa langsung jemaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan ke Arafah, Rabu (4/6/2025). Kehadirannya disambut antusias para jemaah yang berebut ingin berswafoto bersama sang menteri.
Dilansir dari kemenag.go.id, kunjungan dilakukan di Sektor 2, wilayah Syisyah, Makkah, tempat ratusan jemaah dari berbagai daerah seperti Makassar, Banten, dan Maluku berkumpul sebelum keberangkatan. Kehangatan Menag terasa ketika ia menyapa jemaah satu per satu, bahkan menyempatkan diri naik ke bus untuk mengecek kesiapan mereka.
"Pak Menteri, boleh foto?" tanya salah satu jemaah yang langsung direspons dengan senyum dan persetujuan. Meski suasana cukup padat, Menag tetap melayani permintaan jemaah untuk berfoto bersama.
Menurut jadwal, lebih dari 200 ribu jemaah Indonesia mulai diberangkatkan ke Arafah sejak pagi pukul 06.00 hingga malam pukul 21.00 waktu Arab Saudi. Proses ini dilakukan secara bertahap agar seluruh jemaah dapat tiba dengan tertib dan aman.
Salah satu jemaah asal Makassar, Ariyani, mengaku sangat terharu bisa mencapai fase puncak ibadah haji ini. Ia bersama rombongannya merasa bersyukur dapat berangkat ke Arafah dan menunaikan wukuf, momen paling sakral dalam haji.
"Rasanya senang sekali akhirnya tiba waktu puncak haji," ujar Ariyani sambil tersenyum bahagia. Ia telah menyiapkan perlengkapan pribadi, makanan, dan tentunya doa-doa terbaik untuk keluarga dan Indonesia.
Kegembiraan juga dirasakan oleh Kahrudin Ali dari embarkasi Ujung Pandang, yang bisa berhaji bersama istrinya, Nur Hawaisah. Doanya sederhana namun bermakna, yakni agar menjadi haji mabrur dan membawa berkah bagi umat.
"Semoga jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan dan keselamatan," ucap Kahrudin, penuh harap.
Sebelum masuk ke dalam bus, jemaah mendapatkan pembekalan dari petugas haji, salah satunya Didi Hadian dari Bidang Layanan Lansia dan Perlindungan Jemaah. Ia mengajak seluruh jemaah untuk meluruskan niat dan berdoa dengan tulus.
“Bersihkan hati, jernihkan pikiran. Kita berdoa secara khusyuk kepada Allah,” ucap Didi dalam arahannya.
Sebanyak 3.000 bus disiapkan untuk mengangkut para jemaah menuju Arafah. Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Mujib Roni, menjelaskan bahwa pemberangkatan dilakukan dalam tiga gelombang berdasarkan jadwal syarikah.
Gelombang pertama dimulai pukul 06.00 hingga 11.00 WAS, diikuti gelombang kedua dari 11.30 sampai 16.00 WAS, dan terakhir pukul 16.30 hingga 21.00 WAS. Pengaturan dilakukan dengan sistematis agar perjalanan berjalan lancar.
Dilansir dari kemenag.go.id, Mujib menambahkan bahwa mitigasi risiko juga telah disiapkan, termasuk bus cadangan dan tim penghubung untuk mengatasi situasi tak terduga di lapangan.
“Kami pastikan pergerakan jemaah berlangsung aman dan terkendali,” tegasnya. (*)



