Selasa, 4 Agustus 2026
Logo

Presiden Prabowo Luncurkan Stimulus Ekonomi Rp24,44 Triliun untuk Jaga Pertumbuhan di Tengah Tekanan Global

Kamis, 5 Jun 2025 | 09:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait peluncuran paket stimulus ekonomi untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan nasional, Senin (02/06/2025). (Dok. setneg.go.id)
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait peluncuran paket stimulus ekonomi untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan nasional, Senin (02/06/2025). (Dok. setneg.go.id)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (02/06/2025), guna merespons tekanan global yang berisiko melemahkan perekonomian nasional. Dalam rapat tersebut, pemerintah secara resmi menggulirkan paket stimulus ekonomi sebesar Rp24,44 triliun.


Dilansir dari setneg.go.id, langkah ini diambil untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan memperkuat stabilitas nasional.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa stimulus ini mencakup lima kelompok kebijakan prioritas.

"Hari ini Bapak Presiden juga telah memutuskan untuk memberikan sebuah paket stimulus agar pertumbuhan ekonomi dapat dijaga momentumnya dan juga stabilitas perekonomian terus diperkuat," kata Sri Mulyani usai rapat.

Paket pertama menyasar sektor transportasi selama musim liburan sekolah Juni–Juli 2025. Diskon tiket kereta api sebesar 30 persen akan diberikan kepada 2,8 juta penumpang dengan anggaran Rp0,3 triliun.

Selain itu, pemerintah juga menanggung PPN 6 persen untuk tiket pesawat ekonomi bagi 6 juta penumpang. Potongan 50 persen untuk tiket angkutan laut diberikan kepada 0,5 juta penumpang, dengan total anggaran transportasi Rp0,94 triliun.

Diskon 20 persen tarif jalan tol juga diberlakukan untuk 110 juta pengguna. Kebijakan ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tanpa membebani APBN.

"Untuk ini akan dilakukan melalui operasi non-APBN, karena Kementerian PU telah memberikan surat edaran kepada BUJT," jelas Sri Mulyani.

Paket berikutnya adalah penebalan bantuan sosial (bansos) senilai Rp11,93 triliun. Tambahan Rp200 ribu per bulan selama dua bulan akan disalurkan kepada 18,3 juta penerima Kartu Sembako, plus 10 kg beras gratis per bulan.

Pemerintah juga memberikan subsidi upah sebesar Rp300 ribu per bulan selama dua bulan untuk 17,3 juta pekerja bergaji rendah. BSU ini juga menyasar 565 ribu guru honorer dari Kementerian Dikdasmen dan Kemenag.

Total anggaran BSU mencapai Rp10,72 triliun. Diskon 50 persen iuran JKK juga diperpanjang untuk 2,7 juta pekerja di enam sektor industri padat karya.

"Tujuannya agar para pekerja tetap terlindungi meski menghadapi tekanan global dan persaingan ekspor," ujar Sri Mulyani.

Secara keseluruhan, stimulus senilai Rp24,44 triliun ini terdiri dari Rp23,59 triliun dari APBN dan Rp0,85 triliun dari non-APBN. Pemerintah juga mencairkan gaji ke-13 sebesar Rp49,3 triliun bagi ASN, TNI, Polri, dan pensiunan.

Sri Mulyani menyebut stimulus ini dilengkapi percepatan program strategis seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat, koperasi merah putih, dan perbaikan sekolah dengan anggaran tambahan Rp16 triliun. Dilansir dari setneg.go.id, langkah ini diharapkan mampu menjaga pertumbuhan ekonomi nasional mendekati angka 5 persen pada kuartal kedua. (*)


Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia