Terjebak dalam Friends with Benefits (FWB)? Ini Cara Melepaskan Diri dari Luka Batin dan Ketidakpastian

Kaum muda-mudi memanfaatkan aplikasi-aplikasi itu untuk berbagai tujuan, mulai dari membangun jejaring sosial hingga menjalin hubungan yang lebih personal, termasuk percintaan.
Seiring dengan semakin populernya aplikasi online dating, banyak penggunanya yang berhasil mencapai hubungan serius ke jenjang pernikahan. Namun tidak sedikit pula yang sekadar mencari kesenangan atau sekedar iseng berkenalan dengan orang baru.
Fenomena ini kemudian menimbulkan fenomena baru yakni Friends with Benefit (FWB). Dimana banyak orang yang hanya mencoba-coba dan merasa cocok yang akhirnya membentuk komunitas virtual di berbagai platform.
Dikutip dari website dp3ap2.jogjaprov.go.id, FWB adalah hubungan tanpa ikatan resmi yang melibatkan kedekatan tanpa ada komitmen serius di dalamnya, seperti dalam hubungan pacaran atau pernikahan, di mana tujuan utama dari FWB adalah untuk memberikan 'keuntungan' dalam bentuk kesenangan.
Hubungan FWB pada aplikasi kencan kebanyakan ditujukan hanya untuk mencari kesenangan semata, meskipun beberapa pasangan akhirnya juga melangkah ke jenjang pernikahan. FWB sejatinya hanya dianggap sebagai hiburan bagi individu yang merasa kesepian atau sedang terbebani oleh pikiran. Namun, risiko FWB bisa muncul bagi anak muda ketika salah satu pihak mulai terikat secara emosional atau mengalami perasaan yang mendalam.
Pihak yang terlanjur memiliki perasaan akan mengalami kekecewaan, merasa tidak dihargai, dan mengalami stres berlebihan akibat ketakutan akan kehilangan. Pada beberapa kasus hubungan ini dapat berujung pada patah hati yang mendalam ketika satu pihak mulai memiliki perasaan yang mendalam sementara pihak yang lain hanya menganggapnya sebagai hiburan.
Anda mungkin merasa akan terus memikirkan arah hubungan ini ke depannya terutama karena FWB juga memiliki resiko tinggi terhadap penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan. Apabila Anda mulai mempertanyakan bagaimana cara melepaskan diri dari situasi ini, berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda keluar dari hubungan FWB.
1. Akui Perasaan Anda
Pada saat Anda sudah merasakan emosi negatif seperti kecewa, rendah diri, stres, depresi, overthinking terhadap pasangan, kesedihan atau rasa sakit emosional seperti patah hati, itu menandakan bahwa hubungan FWB sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya. Akui perasaan Anda dan cobalah membuat pertimbangan untuk mengambil keputusan tegas dalam mengakhiri hubungan.
2. Komunikasikan dengan Jelas
Sampaikan perasaan Anda secara jujur kepada pasangan FWB. Beranikan diri untuk berkata jujur, jangan biarkan ketakutan dan rasa kasihan menghalangi keputusan yang membuat Anda menjadi lebih baik. Berkomunikasi secara terbuka dan jelas dapat mencegah terjadinya kesalahpahaman di antara kedua belah pihak. Pastikan Anda menyampaikan keputusan untuk megakhiri hubungan ini dengan baik, tanpa sekadar menghilang begitu saja.
3. Menetapkan Batasan yang Tegas
Setelah Anda memutuskan untuk mengakhiri hubungan FWB, Anda juga harus menetapkan batasan yang baru dalam interaksi sosial media dan pertemanan Anda. Jangan biarkan terdapat peluang ruang komunikasi yang dapat membuat Anda kembali terjebak. Batasi interaksi baik secara bertahap atau hentikan secara langsung.
4. Mencari Kegiatan yang Positif
Cari dukungan dengan menceritakan kondisi Anda kepada sahabat atau psikolog yang dapat memberikan Anda perspektif dan dukungan emosional. Sibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan produktif seperti bekerja, mendalami hobi yang Anda senangi, olahraga, atau terlibat ke berbagai kegiatan sosial untuk membangun perasaan positif setelah Anda mengakhiri hubungan FWB. Atau Anda bisa bergabung dengan komunitas untuk mengurangi waktu sendirian yang dapat membuat Anda merasa kesepian
5. Evaluasi dan Fokus pada Pemulihan Diri
Jadikan pengalaman sebagai pembelajaran bagi diri Anda untuk lebih bijak dalam menjalin hubungan ke depan. Meditasi dapat menjadi solusi untuk menghadirkan energi positif dan membantu Anda untuk lebih fokus pada hubungan yang lebih sehat dan memiliki komitmen yang jelas.




