Selasa, 4 Agustus 2026
Logo

Pemkab Kuningan Gunakan SKPG Salurkan Bantuan Tepat Sasaran

Selasa, 4 Ags 2026 | 10:48 WIB

Kepala Diskatan Kuningan Wahyu Hidayah. (Fathnur Rohman/Antara)
Kepala Diskatan Kuningan Wahyu Hidayah. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Kuningan menggunakan hasil analisis Sistem Peringatan Dini Kerawanan Pangan dan Gizi (SKPG) untuk menentukan sasaran bantuan pangan. Hal itu guna mencegah potensi kerawanan pangan di masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan, SKPG membantu pemerintah memetakan wilayah yang membutuhkan intervensi berdasar kondisi pangan dan gizi masyarakat.

"Melalui SKPG, kita dapat mendeteksi potensi kerawanan sejak dini sehingga intervensi yang dilakukan menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan berdampak nyata," kata Wahyu Hidayah dilansir dari Antara.

Menurut Wahyu, intervensi tersebut merupakan bagian dari mitigasi pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan pangan. Sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pangan bergizi, terutama bagi kelompok masyarakat rentan.

Dia menuturkan, sebanyak 100 paket bantuan pangan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat di Desa Sangkanurip dan Desa Sangkanmulya, Kecamatan Cigandamekar pada akhir Juli 2026. Dari jumlah tersebut, kata dia, sebanyak 51 paket diserahkan kepada penerima di Desa Sangkanurip, sedangkan 49 paket lainnya diberikan kepada masyarakat Desa Sangkanmulya.

“Setiap paket bantuan terdiri atas lima kilogram beras, satu kilogram telur, satu kilogram daging ayam, dan dua kemasan susu UHT untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan bergizi keluarga,” ujar Wahyu Hidayah.

Wahyu mengatakan pemanfaatan SKPG membuat penyaluran bantuan tidak hanya berdasar perkiraan, tetapi mengacu pada hasil pemetaan sehingga intervensi dapat dilakukan pada wilayah yang membutuhkan. Selain intervensi bantuan, dia mengajak masyarakat memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga dengan memanfaatkan pekarangan untuk menghasilkan sebagian kebutuhan pangan rumah tangga.

Dia mengatakan lahan pekarangan dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran, buah-buahan, tanaman bumbu, serta mengembangkan ternak dan ikan sesuai potensi yang dimiliki keluarga.

Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi pembangunan daerah sehingga kebijakan di bidang tersebut harus disusun berdasar data yang akurat.

Dian menambahkan, ketahanan pangan tidak hanya diukur dari produksi pertanian, tetapi juga kemampuan pemerintah memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Pemkab Kuningan Catat Produksi Padi 168.197 Ton hingga Mei 2026

Pemkab Kuningan Catat Produksi Padi 168.197 Ton hingga Mei 2026

Pemkab Kuningan catat produksi padi mencapai 168.197 ton hingga Mei 2026 sebagai hasil dari luas panen 27.478 hektare. Produktivitas rata-rata 61,21 kuintal gabah per hektare

Pemkab Kuningan Sebut 1.036 Petugas SE Bantu Hasilkan Data Pembangunan

Pemkab Kuningan Sebut 1.036 Petugas SE Bantu Hasilkan Data Pembangunan

Pemkab Kuningan menyebut sebanyak 1.036 petugas Sensus Ekonomi 2026 akan membantu menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah

Pemkab Kuningan Sebut Seren Taun Jadi Simbol Persatuan Keberagaman

Pemkab Kuningan Sebut Seren Taun Jadi Simbol Persatuan Keberagaman

Pemkabn Kuningan menyebut Upacara Adat Seren Taun 1957 Saka di wilayah Cigugur sebagai simbol persatuan dalam keberagaman mencerminkan harmonisasi masyarakat

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia