Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

BI Catat Merchant QRIS di Ciayumajakuning Capai 914 Ribu, DPRD Kota Cirebon Rancang Regulasi Pendukung Penguatan UMKM

Minggu, 5 Apr 2026 | 16:23 WIB
Pedagang menyediakan barcode QRIS di sekitar Keraton Kasepuhan Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Pedagang menyediakan barcode QRIS di sekitar Keraton Kasepuhan Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com–Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon mencatat jumlah merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning), mencapai 914,07 ribu pengguna per Februari 2026.

”Penambahan merchant QRIS selama Januari dan Februari 2026 tercatat sebanyak 37,67 ribu merchant di Ciayumajakuning,” kata Deputi Kepala KPw BI Cirebon Himawan Putranto dilansir dari Antara di Cirebon.

Menurut dia, peningkatan tersebut mencerminkan akselerasi adopsi sistem pembayaran digital oleh pelaku usaha di berbagai sektor ekonomi. Dari sisi jenis usaha, volume transaksi QRIS pada dua bulan pertama pada tahun ini didominasi usaha kecil (UKE) dengan pangsa sebesar 49,28 persen.

”Volume transaksi QRIS untuk kategori usaha menengah mencapai 19,77 persen dan usaha mikro sekitar 19,34 persen,” terang Himawan Putranto.

Selain kategori tersebut, BI Cirebon mendata pula kontribusi dari sektor usaha besar (UBE) tercatat sebesar 10,58 persen terhadap total volume transaksi QRIS di Ciayumajakuning. Sementara itu, sektor BLU/PSO menyumbang sebesar 0,38 persen dan kategori lainnya sebesar 0,65 persen untuk volume transaksi QRIS di wilayah tersebut.

Himawan mengemukakan secara akumulatif, volume transaksi QRIS di Ciayumajakuning selama Januari hingga Februari 2026 mencapai 41,88 juta transaksi.

”Adapun nominal transaksi QRIS di Ciayumajakuning pada periode tersebut mencapai Rp 3,58 triliun,” ungkap Himawan Putranto.

Dia merinci, Kota Cirebon menjadi wilayah dengan volume transaksi QRIS tertinggi dengan proporsi mencapai 54,14 persen dari total transaksi se-Ciayumajakuning. Selanjutnya Kabupaten Indramayu menyumbang 19,52 persen, diikuti Majalengka 9,79 persen, Kuningan 9,44 persen, serta Kabupaten Cirebon sebesar 7,11 persen.

Dia menambahkan, BI Cirebon terus mendorong edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha guna meningkatkan pemahaman serta pemanfaatan QRIS secara optimal.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Legislator Jabar Minta Pembinaan UMKM di Kuningan Menyeluruh

Legislator Jabar Minta Pembinaan UMKM di Kuningan Menyeluruh

DPRD Jawa Barat menyebutkan pembinaan UMKM di Kabupaten Kuningan perlu dilakukan secara menyeluruh guna meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha

Menteri PKP: Pesanan Genteng dari UMKM Majalengka Capai Rp 3 Miliar

Menteri PKP: Pesanan Genteng dari UMKM Majalengka Capai Rp 3 Miliar

Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut program gentengisasi yang dimulai di Kabupaten Majalengka mampu menyerap produk UMKM dengan total komitmen transaksi sekitar Rp 3 miliar

Pemkot Cirebon Hadirkan Festival Ramadhan 1447 H untuk Berdayakan UMKM

Pemkot Cirebon Hadirkan Festival Ramadhan 1447 H untuk Berdayakan UMKM

Pemkot Cirebon menghadirkan Festival Ramadhan 1447 Hijriah di sepanjang Jalan Siliwangi untuk memberdayakan pelaku UMKM

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia