Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Disnaker Sebut 871 Difabel Kabupaten Cirebon Dibantu Bekerja di Perusahaan

Kamis, 12 Feb 2026 | 08:56 WIB
Kelompok difabel mengikuti pelatihan pembuatan kerajinan tangan di Cirebon. (Disnaker Cirebon/Antara)
Kelompok difabel mengikuti pelatihan pembuatan kerajinan tangan di Cirebon. (Disnaker Cirebon/Antara)

JawaPos.com–Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 871 difabel telah bekerja di berbagai perusahaan hingga Januari 2026. Hal itu berkat penguatan program inklusif yang digulirkan sejak beberapa tahun terakhir.


Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon Novi Hendrianto mengatakan, ratusan tenaga kerja difabel tersebut terserap melalui berbagai skema penempatan dan dukungan layanan. Termasuk melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) Ketenagakerjaan.

”Per Januari 2026 ratusan tenaga kerja penyandang disabilitas telah bekerja, dengan komposisi 608 laki-laki dan 244 perempuan,” kata Novi Hendrianto seperti dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan mayoritas pekerja difabel yang telah terserap berada pada kelompok usia produktif yakni 18 hingga 30 tahun dengan jumlah mencapai 699 orang. Penguatan ULD Ketenagakerjaan menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah (pemda) untuk memperluas akses kerja bagi kelompok difabel mulai dari pendataan, pelatihan, hingga fasilitasi penempatan kerja.

Selain penempatan kerja, Disnaker Kabupaten Cirebon telah menggelar berbagai program peningkatan kompetensi sepanjang 2024 hingga 2025 bagi kelompok difabel.

”Puluhan peserta difabel telah mengikuti pelatihan keterampilan, seperti pembuatan suvenir serta pemasaran digital, guna meningkatkan daya saing di dunia kerja dan sektor usaha mandiri,” ujar Novi Hendrianto.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Kabupaten Cirebon Neneng Hasanah menegaskan, komitmen pemda dalam memperkuat kebijakan dan regulasi yang mendukung ketenagakerjaan inklusif. Namun demikian, dukungan pihak swasta dalam menyediakan lapangan kerja inklusif serta penerimaan terbuka dari masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan program tersebut.

”Kami berharap melalui kolaborasi lintas sektor, Kabupaten Cirebon dapat bertransformasi menjadi daerah yang ramah dan bermartabat serta memberi ruang seluas-luasnya bagi kemandirian para difabel,” tutur Neneng Hasanah.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Pemkab Cirebon Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah KLB Penyakit

Pemkab Cirebon Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah KLB Penyakit

Pemkab Cirebon perkuat sistem deteksi dini penyakit dengan mengoptimalkan peran puskesmas dan kader kesehatan guna mencegah potensi wabah maupun lonjakan kasus menjadi Kejadian Luar Biasa

Bapperida Cirebon Kaji Solusi Dampak Iklim pada Sekolah Pesisir

Bapperida Cirebon Kaji Solusi Dampak Iklim pada Sekolah Pesisir

Bapperida Kabupaten Cirebon mengkaji sejumlah solusi untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap layanan pendidikan di sekolah-sekolah pesisir

Pemkab Cirebon Sebut TPS 3R Ciawigajah Mampu Serap Tenaga Kerja

Pemkab Cirebon Sebut TPS 3R Ciawigajah Mampu Serap Tenaga Kerja

Pemkab Cirebon menyebut Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Ciawigajah Berkah di Kecamatan Beber mampu menyerap tenaga kerja lokal melalui pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia