Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Pemkot Cirebon Sediakan Ruang UMKM di Jalan Protokol saat Ramadhan

Selasa, 27 Jan 2026 | 14:04 WIB
Para pelaku usaha kopi saat berkumpul di Kota Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Para pelaku usaha kopi saat berkumpul di Kota Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Kota Cirebon menyiapkan ruang khusus bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), terutama penjual kopi dan takjil, untuk berjualan di ruas jalan protokol selama bulan suci Ramadhan 2026.


”Selama Ramadhan, pemerintah daerah akan memberikan space pada penggiat kopi, penjual kopi, dan penjual takjil,” kata Wali Kota Cirebon Effendi Edo seperti dilansir dari Antara di Cirebon.

Dia mengatakan, Ramadhan merupakan momentum strategis untuk mendorong perputaran ekonomi kerakyatan. Khususnya sektor UMKM dan penggiat kopi yang berkembang di Kota Cirebon.

Menurut dia, pemerintah daerah membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berjualan di kawasan jalan protokol yang dinilai memiliki nilai ekonomi dan daya tarik aktivitas publik selama Ramadhan. Ruas jalan protokol yang dimaksud adalah Jalan Siliwangi, yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi berjualan sementara selama Ramadhan.

”Area yang dapat digunakan pedagang berada di sepanjang Jalan Siliwangi, mulai dari kawasan Kerucuk hingga Rumah Sakit Sumber Kasih,” ungkap Effendi Edo.

Untuk waktu operasional pedagang, kata dia, akan diatur berdasar jenis usaha agar tetap tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Penjual takjil diperbolehkan berjualan mulai sore hari hingga setelah shalat isya, sedangkan penjual kopi dapat beroperasi setelah shalat tarawih hingga menjelang waktu sahur.

Edo menilai, pengaturan tersebut diharapkan mampu menghidupkan suasana Ramadhan di Kota Cirebon, tanpa mengabaikan ketertiban lalu lintas dan kenyamanan warga.

”Ini momen yang sangat penting. Saya ingin menjadikan Jalan Siliwangi sebagai ikon baru selama bulan suci Ramadhan,” ujar Effendi Edo.

Dia berharap kawasan tersebut dapat menjadi ruang kreativitas dan aktivitas positif, khususnya bagi kalangan anak muda di Kota Cirebon. Selain penjual kopi dan takjil, Pemkot Cirebon membuka peluang bagi pelaku UMKM lain yang ingin berjualan hingga waktu sahur.

Namun demikian, Edo menegaskan kebersihan menjadi syarat utama yang wajib dipatuhi seluruh pedagang.

”Siapa pun yang berjualan di sana wajib menjaga kebersihan. Setelah selesai berdagang, jalan harus kembali bersih seperti semula,” tandas Effendi Edo.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Pemkot Sebut Pelabuhan Cirebon Dapat Lengkapi Peran Pelabuhan Patimban

Pemkot Sebut Pelabuhan Cirebon Dapat Lengkapi Peran Pelabuhan Patimban

Pemkot Cirebon menyebutkan, Pelabuhan Cirebon dapat melengkapi peran Pelabuhan Patimban dalam mendukung distribusi logistik dan perdagangan antarpulau

Pemkot Cirebon Catat 14.892 Investor Ajukan Rencana Investasi

Pemkot Cirebon Catat 14.892 Investor Ajukan Rencana Investasi

Pemkot Cirebon mencatat sebanyak 14.892 investor mengajukan rencana investasi dengan total nilai sekitar Rp 3,23 triliun sepanjang Januari-Juni 2026

Pemkot Cirebon Luncurkan Mol Pangling Bantu kendalikan Inflasi

Pemkot Cirebon Luncurkan Mol Pangling Bantu kendalikan Inflasi

Pemkot Cirebon luncurkan layanan Mobil Pangan Keliling (Mol Pangling) uuntuk membantu pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia