Senin, 20 Juli 2026
Logo

Disbudpar Cirebon Perkuat Perlindungan Ekspresi Budaya Tradisional

Selasa, 9 Des 2025 | 00:29 WIB
Penari topeng saat melakukan pertunjukan seni di Cirebon. (Disbudpar Cirebon/Antara)
Penari topeng saat melakukan pertunjukan seni di Cirebon. (Disbudpar Cirebon/Antara)

JawaPos.com–Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon memperkuat program perlindungan ekspresi budaya tradisional. Itu dilakukan sebagai upaya menjaga warisan lokal sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon Iman Mughni mengatakan, penguatan program tersebut dilakukan melalui pendataan, perlindungan hukum, dan integrasi budaya dalam agenda wisata.

”Tradisi yang sakral harus tetap dijaga dan dilindungi. Komersialisasi tidak boleh menghilangkan nilai budaya,” kata Iman Mughni seperti dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan pemerintah daerah tengah menjalankan tiga program inti untuk memperkuat perlindungan tersebut. Yakni pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK), integrasi ekspresi budaya tradisional ke dalam kalender agenda wisata, serta pengembangan wisata berbasis budaya.

Menurut Iman, pencatatan KIK menjadi prioritas agar warisan budaya memiliki dasar hukum yang kuat. Pemerintah daerah telah mencatat KIK dari tahun 2023-2025 dengan hasil sebanyak 14 objek yang sudah ditetapkan sebagai ekspresi budaya tradisional Indonesia.

Dia menyebutkan ekspresi budaya tradisional yang telah terdata meliputi indikasi asal-aset daerah dan berbagai ekspresi seni seperti musik, gerak, lukis kaca, tari topeng empat gaya, dan atraksi pertunjukan lainnya.

Selain payung hukum, lanjut dia, dibudpar memperkuat program integrasi dengan memastikan ekspresi budaya tradisional tampil dalam kegiatan daerah agar masyarakat dapat menikmatinya secara berkelanjutan.

”Integrasi ini penting supaya pertunjukan budaya tidak hanya muncul saat festival tertentu tetapi menjadi bagian reguler dari promosi wisata,” beber Iman Mughni.

Iman menambahkan, program lainnya berfokus pada pengembangan wisata berbasis budaya, dengan melibatkan masyarakat sebagai aktor utama.

”Masyarakat harus berperan langsung agar pengembangan wisata tidak lepas dari akar budaya lokal,” ucap Iman Mughni.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Pemkab Undang Pengusaha Bulgaria Investasi di Cirebon

Pemkab Undang Pengusaha Bulgaria Investasi di Cirebon

Pemkab Cirebon melalui Kedubes Bulgaria di Indonesia, mengundang para pengusaha dari negara itu berinvestasi di Cirebon. Termasuk sektor industri dan pariwisata

Pemkab Cirebon Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah KLB Penyakit

Pemkab Cirebon Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah KLB Penyakit

Pemkab Cirebon perkuat sistem deteksi dini penyakit dengan mengoptimalkan peran puskesmas dan kader kesehatan guna mencegah potensi wabah maupun lonjakan kasus menjadi Kejadian Luar Biasa

Bapperida Cirebon Kaji Solusi Dampak Iklim pada Sekolah Pesisir

Bapperida Cirebon Kaji Solusi Dampak Iklim pada Sekolah Pesisir

Bapperida Kabupaten Cirebon mengkaji sejumlah solusi untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap layanan pendidikan di sekolah-sekolah pesisir

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia