Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Legislator Jabar Sebut Kawasan Industri Bisa Tekan Pengangguran

Kamis, 4 Des 2025 | 07:34 WIB
Para pencari kerja saat mengikuti kegiatan job fair di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)
Para pencari kerja saat mengikuti kegiatan job fair di Cirebon. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Anggota DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady menyebutkan, pengembangan kawasan industri dapat menjadi solusi strategis untuk menekan angka pengangguran di Cirebon dan Indramayu.


Daddy mencontohkan kawasan industri di Indramayu seluas sekitar 3.000 hektare bisa membuka peluang besar bagi masuknya investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Kehadiran investasi itu, terutama yang bersifat padat karya, dinilai mampu memberikan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja.

”Ada hal yang jauh lebih besar lagi untuk menekan angka pengangguran, salah satunya tentang pembukaan kawasan industri,” kata Daddy Rohanady seperti dilansir dari Antara.

Dia mengingatkan, besarnya nilai investasi tidak selalu berdampak pada peningkatan lapangan kerja, jika industri yang masuk lebih banyak menggunakan teknologi padat modal. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan arah pengembangan kawasan industri selaras dengan kebutuhan tenaga kerja lokal.

”Secara asumsi umum, dahulu, setiap Rp 1 triliun investasi mampu menyerap hingga satu juta tenaga kerja jika industrinya padat karya,” tutur Daddy Rohanady.

Dia mengatakan, persoalan pengangguran merupakan pekerjaan besar bagi setiap kepala daerah, khususnya di dua wilayah tersebut.

”Langkah-langkah yang perlu dilakukan itu, di Indramayu, kepala daerahnya sudah mulai melakukan penataan,” ungkap Daddy Rohanady.

Dia mencontohkan, sejumlah perubahan yang mulai terlihat di Indramayu, termasuk hadirnya hotel baru yang sebelumnya tidak tersedia di daerah tersebut.

”Saya kasih contoh sederhana, sudah ada hotel di Indramayu sekarang. Selama ini, kalau orang mau ke daerah pemilihan saya, itu akan menginap selalu ingin di Cirebon,” terang Daddy Rohanady.

Selain itu, dia menuturkan pembangunan pusat perbelanjaan berskala besar juga dianggap dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat serta membuka peluang kerja baru di sektor ritel dan jasa.

Daddy menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan DPRD. Baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional, untuk memperkuat program penciptaan lapangan kerja.

”Komunikasi yang baik dapat mempercepat penyelarasan kebijakan,” ujar Daddy Rohanady.

Dia juga menyoroti peran penting pemerintah pusat, dalam mendukung pembangunan di kabupaten dan kota di Jabar melalui transfer ke daerah. Kedekatan kepala daerah dengan pemerintah pusat menjadi salah satu faktor yang memperlancar masuknya dukungan anggaran.

Dia menilai kerja sama lintas pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif, menjadi kunci agar program penciptaan lapangan kerja berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Cirebon dan Indramayu.

”Seluruh daerah di Jawa Barat perlu membangun jejaring serupa agar dapat memaksimalkan peluang dukungan program,” tandas Daddy Rohanady.


Artikel Terkait

Jadwal Sholat Cirebon Senin, 20 Juli 2026

Jadwal Sholat Cirebon Senin, 20 Juli 2026

Jadwal sholat untuk wilayah Cirebon pada Senin, 20 Juli 2026.

Jadwal Sholat Cirebon Minggu, 19 Juli 2026

Jadwal Sholat Cirebon Minggu, 19 Juli 2026

Jadwal sholat untuk wilayah Cirebon pada Minggu, 19 Juli 2026.

Jadwal Sholat Cirebon Sabtu, 18 Juli 2026

Jadwal Sholat Cirebon Sabtu, 18 Juli 2026

Jadwal sholat untuk wilayah Cirebon pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia