Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Distan Cirebon Gencarkan Vaksinasi Rabies, Cegah Penularan Penyakit

Jumat, 10 Okt 2025 | 16:46 WIB
Ilustrasi memiliki hewan peliharaan seperti anjing dan kucing perlu vaksinasi rabies secara rutin. (Freepik)
Ilustrasi memiliki hewan peliharaan seperti anjing dan kucing perlu vaksinasi rabies secara rutin. (Freepik)

JawaPos.com–Cegah penularan penyakit rabies, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon, gencarkan program vaksinasi rabies massal bagi hewan peliharaan. Kegiatan itu dilaksanakan sebagai langkah pencehagan penyebaran rabies yang dapat menular ke manusia.


Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kabupaten Cirebon Nanang Hernawan mengatakan, vaksinasi rabies merupakan salah satu program prioritas yang dilakukan secara rutin setiap tahun. Hal tersebut guna mempertahankan status Kabupaten Cirebon sebagai daerah bebas rabies.

”Vaksinasi ini sudah dilaksanakan dalam rangka memperingati World Rabies Day (WRD) 2025 pada Senin (6/10) di tiga Lokasi. Yakni Kaliwedi, Tengah Tani, dan Ciledug,” kata Nanang Hernawan seperti dilansir dari Antara.

Dia menuturkan, sebanyak 250 ekor hewan peliharaan di tiga lokasi tersebut, seperti anjing dan kucing, sudah divaksin secara gratis. Rabies termasuk penyakit hewan menular strategis yang bersifat zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 121 Tahun 2023.

”Vaksinasi menjadi satu-satunya langkah efektif untuk mencegah penularan rabies. Karena itu, kami terus menggencarkan program ini setiap tahun,” ujar Nanang Hernawan.

Sementara itu, Dokter hewan Distan Kabupaten Cirebon Nina Triana Murti menyampaikan, vaksin rabies bekerja dengan membentuk kekebalan tubuh pada binatang terhadap virus penyebab penyakit tersebut. Vaksin berisi virus rabies yang sudah dilemahkan.

”Setelah disuntikkan, tubuh hewan akan membentuk antibodi sehingga mampu mengenali serta melawan virus rabies bila terpapar,” terang Nina Triana Murti.

Dia mengatakan, Kabupaten Cirebon sudah lama tidak menemukan kasus rabies. Kasus terakhir tercatat pada 1993 di wilayah Karangsembung.

”Sejak itu tidak pernah ada lagi laporan rabies. Kami bahkan sudah mengusulkan status bebas rabies, namun belum disetujui karena di Jawa Barat masih terdapat kabupaten lain yang belum bebas,” tutur Nina Triana Murti.

Nina memperkirakan, populasi hewan pembawa rabies (HPR) di Kabupaten Cirebon mencapai sekitar 2.000 ekor. Terdiri atas anjing, kucing, monyet, dan musang. Namun, vaksinasi difokuskan bagi hewan yang berpemilik agar pelaksanaannya lebih aman.

”Kami hanya melaksanakan vaksinasi pada hewan peliharaan yang memiliki pemilik, karena bisa dikendalikan. Sementara hewan liar masih sulit dijangkau,” ucap Nina Triana Murti.


Artikel Terkait

Pemkab Cirebon Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah KLB Penyakit

Pemkab Cirebon Perkuat Deteksi Dini untuk Cegah KLB Penyakit

Pemkab Cirebon perkuat sistem deteksi dini penyakit dengan mengoptimalkan peran puskesmas dan kader kesehatan guna mencegah potensi wabah maupun lonjakan kasus menjadi Kejadian Luar Biasa

Bapperida Cirebon Kaji Solusi Dampak Iklim pada Sekolah Pesisir

Bapperida Cirebon Kaji Solusi Dampak Iklim pada Sekolah Pesisir

Bapperida Kabupaten Cirebon mengkaji sejumlah solusi untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap layanan pendidikan di sekolah-sekolah pesisir

Pemkab Cirebon Sebut TPS 3R Ciawigajah Mampu Serap Tenaga Kerja

Pemkab Cirebon Sebut TPS 3R Ciawigajah Mampu Serap Tenaga Kerja

Pemkab Cirebon menyebut Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Ciawigajah Berkah di Kecamatan Beber mampu menyerap tenaga kerja lokal melalui pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia