Rabu, 22 Juli 2026
Logo

Pemkab Kuningan Fokus Kembangkan Perikanan Budi Daya pada 2025

Jumat, 10 Okt 2025 | 16:36 WIB
Ilustrasi komoditas perikanan hasil budi daya di wilayah Ciayumajakuning. (Fathnur Rohman/Antara)
Ilustrasi komoditas perikanan hasil budi daya di wilayah Ciayumajakuning. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Pengembangan sektor perikanan budi daya menjadi salah satu fokus Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan. Hal itu guna meningkatkan produksi sekaligus memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.


Kepala Bidang Perikanan Diskanak Kabupaten Kuningan Deni Rianto mengatakan, Kuningan memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Baik dari sisi budi daya, penangkapan, maupun pengolahan. Namun, sektor budi daya menjadi tumpuan utama.

”Perikanan budi daya memberikan kontribusi terbesar terhadap total produksi ikan daerah. Kuningan punya potensi untuk sektor perikanan, karena beberapa wilayah sudah banyak usaha budi daya,” kata Deni Rianto seperti dilansir dari Antara.

Berdasar data Diskanak, kata dia, total produksi ikan di Kabupaten Kuningan pada 2024 mencapai 28 ribu ton. Terdiri atas sektor budi daya yang menyumbang 27 ribu ton, perikanan tangkap 440,8 ton, dan hasil pengolahan 922,9 ton.

Hingga semester I 2025, lanjut dia, produksi ikan mencapai lebih dari 18 ribu ton yang terdiri atas 17 ribu ton hasil budi daya, 222,16 ton tangkapan, dan 454 ton dari pengolahan.

”Ini menunjukkan produksi yang bagus meskipun belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat,” ungkap Deni Rianto.

Menurut dia, sebagian besar kegiatan budi daya dilakukan melalui keramba jaring apung di Waduk Darma. Sedangkan kolam air deras banyak dijumpai di wilayah utara yang memiliki aliran sungai kuat.

Deni mengakui, sektor perikanan masih menghadapi sejumlah kendala. Terutama pada aspek ketersediaan pakan dengan harga terjangkau. Pakan menyerap sekitar 70 persen dari total biaya produksi perikanan, sementara bahan bakunya sebagian besar masih bergantung pada impor.

”Diskanak Kuningan mendorong pembudi daya menggunakan pakan alternatif berbahan sisa organik rumah tangga,” papar Deni Rianto.

Selain persoalan pakan, dia menyampaikan, perubahan iklim juga memengaruhi stabilitas produksi ikan di Kuningan. Sebab, fluktuasi suhu dan curah hujan ekstrem mengganggu proses budi daya.

Dia mengatakan, kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas air sehingga bisa menyebabkan kematian ikan secara mendadak. ”Namun berkat dukungan Pemkab Kuningan, masyarakat dan pelaku usaha dapat mempercepat peningkatan produksi ikan budi daya,” ucap Deni Rianto.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Pemkab Kuningan Prioritaskan Penanganan Eceng Gondok di Waduk Darma

Pemkab Kuningan Prioritaskan Penanganan Eceng Gondok di Waduk Darma

Pemkab Kuningan prioritaskan penanganan eceng gondok di Waduk Darma guna mencegah dampak lebih luas terhadap fungsi waduk dan sektor pariwisata daerah

Pemkab Kuningan Intensifkan Program GPM Jelang Idul Adha 2026

Pemkab Kuningan Intensifkan Program GPM Jelang Idul Adha 2026

Pemkab Kuningan intensifkan pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, digelar di enam kecamatan pada 18-23 Mei 2026

Pemkab Kuningan Percepat Perbaikan Jalan Pelosok Ruas Cidahu-Luragung

Pemkab Kuningan Percepat Perbaikan Jalan Pelosok Ruas Cidahu-Luragung

Pemkab Kuningan mempercepat penanganan ruas jalan Cidahu-Luragung. Terutama pada segmen dengan tingkat kerusakan berat pada wilayah pelosok

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia