Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Pemprov Jabar Optimistis Aplikasi Nyari Gawe Percepat Akses Pekerjaan Warga

Rabu, 8 Okt 2025 | 08:29 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat Peluncuran Aplikasi Nyari Gawe di PT Sun Bright Lestari Jalan Indramayu Cirebon, Selasa (7/10). (Pemprov Jabar/Antara)
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat Peluncuran Aplikasi Nyari Gawe di PT Sun Bright Lestari Jalan Indramayu Cirebon, Selasa (7/10). (Pemprov Jabar/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan aplikasi pencarian kerja Nyari Gawe di PT Sun Bright Lestari, Kabupaten Indramayu. Hal itu untuk mempercepat akses masyarakat terhadap lapangan kerja.


Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meluncurkan aplikasi tersebut mengatakan, platform ini dikembangkan sebagai solusi digital untuk menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan industri secara langsung, efisien, dan meningkatkan transparansi proses rekrutmen tenaga kerja lokal.

”Cukup daftarkan nama dan nomor telepon ke Dinas Tenaga Kerja, nanti Human Resource Development (HRD) perusahaan yang akan memanggil. Tidak perlu melamar satu per satu. Ini memudahkan masyarakat,” kata Dedi Mulyadi seperti dilansir dari Antara.

Menurut Dedi, aplikasi Nyari Gawe menjadi bagian dari upaya konkret Pemprov Jabar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berpihak pada Masyarakat. Terutama di daerah industri seperti Indramayu.

Sistem kerja aplikasi ini, menurut dia, menghilangkan praktik percaloan dan pungutan liar yang kerap merugikan pencari kerja. Pemerintah daerah akan mengirimkan data pencari kerja kepada perusahaan, yang akan langsung memanggil mereka untuk proses seleksi.

Dalam peluncuran tersebut, sebanyak 16 perusahaan hadir secara langsung dengan total kebutuhan tenaga kerja sebanyak 530 orang. Sementara itu, 17 perusahaan lain bergabung secara daring dengan proyeksi total 11.500 lowongan hingga akhir 2025.

”Dengan peluncuran aplikasi ini, Pemprov Jabar memproyeksikan peningkatan lowongan kerja hingga 25 persen pada 2026, atau setara 14.375 formasi pekerjaan,” papar Dedi Mulyadi.

Di lokasi peluncuran, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyambut baik kehadiran aplikasi Nyari Gawe. Menurut dia, hal itu dapat mengurangi praktik pungli dan memperbaiki proses rekrutmen yang selama ini kerap menimbulkan kerumunan bahkan insiden.

”Selama ini ada warga yang harus bayar dua sampai dua setengah juta rupiah untuk bisa kerja di pabrik. Bahkan, ada yang sampai pingsan saat antre. Ini semua tidak boleh terjadi lagi,” tandas Lucky.

Pemerintah Kabupaten Indramayu, tambah Lucky, mengimbau agar proses penerimaan kerja dilakukan tanpa pungutan. Nyari Gawe menjadi solusi yang tepat untuk mencegah penyimpangan. Aplikasi Nyari Gawe dapat diakses melalui pranala s.id/appNyariGawe dan akan segera tersedia di Play Store dalam waktu dekat.


Artikel Terkait

DPRD Jabar Soroti Belum Siapnya Fasilitas Pendukung Embarkasi Haji Indramayu

DPRD Jabar Soroti Belum Siapnya Fasilitas Pendukung Embarkasi Haji Indramayu

DPRD Jabar menyoroti penyelesaian fasilitas pendukung di Embarkasi Haji Indramayu yang lambat, terkendala infrastruktur dasar dan birokrasi

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia